Berkas-berkas air mata langit terserak di jendela
Hembusan udara merasuk senyap dan bisikan rayuan pada berkas yang masih tercecer
Dari jengkal yang paling jauh, kalimat tertinggi menggaung
Lalu berangkat manusia-manusia perkasa dari balik kemul selimut

Berkas-berkas air mata langit terserak di jendela
Sisa nya menenggelami digdaya deru ibukota dan mengurung penghuni nya dalam sesal
Dari jengkal yang paling jauh, kalimat tertinggi menggaung
Lalu berangkat dari balik bilik, manusia-manusia kekasih langit memunguti nya sepanjang
Pekarangan Rumah Tuhan

Lalu gelisahmu terserap hangat bukan lagi dari balik selimut
Tetapi dari berkas air mata langit yang dipunguti sepanjang jalan
Mengembun damai.