Shalat Shubuh

Berkas-berkas air mata langit terserak di jendela
Hembusan udara merasuk senyap dan bisikan rayuan pada berkas yang masih tercecer
Dari jengkal yang paling jauh, kalimat tertinggi menggaung
Lalu berangkat manusia-manusia perkasa dari balik kemul selimut

Berkas-berkas air mata langit terserak di jendela
Sisa nya menenggelami digdaya deru ibukota dan mengurung penghuni nya dalam sesal
Dari jengkal yang paling jauh, kalimat tertinggi menggaung
Lalu berangkat dari balik bilik, manusia-manusia kekasih langit memunguti nya sepanjang
Pekarangan Rumah Tuhan

Lalu gelisahmu terserap hangat bukan lagi dari balik selimut
Tetapi dari berkas air mata langit yang dipunguti sepanjang jalan
Mengembun damai.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s