ketika sedang iseng membuka2 disket lama yang biasa jaman saya sma dulu untuk tempat menyimpan tugas-tugas sekolah dan kumpulan tulisan yang saya ketik melalui komputer rumah, tidak sengaja saya menemukan tulisan lama ini yang saya buat ketika bulan ramadhan dan terinspirasi dari sebuah tausyiah saat pesantren kilat. sebagai sebuah kenang-kenangan jaman sma, maka tulisan ini saya muat di blog saya ini🙂

Segala Puji dan puja hanya milik Allah Ta’ala Yang Maha Perkasa lagi Maha Indah .dengan limpahan rahmatNya serta KaruniaNya yang tidak terhingga mencucur ke relung –relung hamba-hambaNya.  dengan satu rahmat yang ia berikan ke dunia. dunia menjadi penuh warna dan kegemilangan serta keseimbangan dan Hanya kepada Allahlah Yang Maha Agung lagi Maha Dermawan penulis mengharap ampunan dan keridhaan dalam menyelesaikan tulisan esay ini di bulan Ramadhan yang full Ampunan dan CintaNYa Dialah Allah Yang Maha Pemberi dengan pemberiannya pada hamba-hambanya berupa ni’mat terindah dan teragung yakni Ni’mat hidayah rabbaniyah.  Selawat dan salam tiada henti dicurakan dan terlimpahkan pada Junjungan Mulia Nabi Muhammad Rasulullah SAW yang dengan perjuangannya besrta para sahabatnya mendirikan suatu tatanan masyarakat bercita rasa perdamaian dan kemenangan hingga dien ini menyebar ke seantero belahan dunia hingga ke tanah air kita yang tercinta Indonesia
Ikhwati fillah rahimakumullah alhamdulilah pada hari ini telah kita reguk salah satu nikmat yang Allah kurniakan pada orang-orang beriman, sesuatu nikmat. yang dengan nkmat Itu Allah jadikan sebuah masa-masa tarbiyah (pendidikan) yau khan ?? yap bulan Ramadhan !! why it can called nikmat ?? bukanya pada bulan itu kita pada mulai fajar hingga sebelum matahari terbenam perut kita mengerang menahan lapar dan tenggorokan kita terasa mencekik menahan haus di bulan puasa. Ramadhan,  akhi,  jauh lebih indah dan memiliki kesan tersendiri di relung seorang muslim dan muslimah melalui Ramadhan,  doi dapat merasakan penderitaan saudara-saudaranya yang yang kurang beruntung. bagaimana mereka harus menahan lapar dan haus dengan berjuang mengamen serta mengumpulkan sampah demi beberpa keeping uang receh yang kalo mereka katakana “demi sesuap nasi “ sejatinya itu pun takkan mencukupi sesuap nasi tesebut di satu sisi dapat kita bayangkan pula perjuangan mereka menjaga akidah serta keimanan mereka menghadapi tawaran-tawaran berwajah manis dengan sekardus indomie ,sekarung,dua karung beras, plus bahan-bahan makanan pokok dengan syarat datang pada hari minggu untuk kebaktian  ,majalah Sobat Muda pernah mengangkat hal ini ,yaah about brothership !! di kalangan anak jalanan dalam sebuah wawancaranya dengan seorang anak jalanan yang sehari-harinya menyambung hidup dengan mengamen dari buskota ke bus kota yang lain mereka menyatakan sebenernya mereka juga ga pengen selamanya berada di jalanan
mereka juga pengen banget punya pekerjaan yang tetap  malah neeh bro penulis pernah mendapatkan cerita dari buku “Ngefriend sama Islam “ ada seorang manajer di Hotel berbintang yang selalu berusaha ngelobi pengelola restoran Hotel tersebut untuk ga ngebuang roti-roti bekas. (Roti basi dong !!) ,gak lah bro sekedar inforamasi aja nih ya bro. di hotel-hotel berbintang tersebut ada standarisasi makanan dimana makanan yang melewati standar tersebut udah dianggap ga layak berada di meja –meja makanan yang akan disantap oleh para tamu-tamu hotel walaupun masih terlihat segar and fresh.
nah bro roti-roti seperti inilah yang diusahakan agar ga dibuang melainkan disedekahkan kepada para anak jalanan !! hal yang laen dapat kita ungkap melalui puasa Ramadhan adalah semangat untuk merubah dan memperbaiki diri kita pada dasarnya  seorang muslim sejati,  menurut salah seorang ulama islam yang juga aktivis dakwah Ikhwanul Muslimun, Syaikh Muhammad Al Ghazali,  tidak ingin bermaksiat pada Allah ia tidak rela melakukkanya kalaulah sekali ia terjerumus sekali melakukannya ia takkan lama berada didalamnya bahkan sampai menyesalnya ia menganggap sebagai suatu musibah yang wajib dihindari
“Wahai Bani Adam ! sesungguhnya selama kamu berdoa padaku dan berharap kepadaKu .Aku akan mengampuni dosa yang pernah kamu lakukan ,dan Aku tidak perduli (apa dosa kamu itu ) wahai bani Adam ! jika saja dosamu mencapai langit ,lalu kamu meminta ampunan kepadaKu maka Aku mengampunimu,dan aku  tidak peduli atas apa yang kau lakukan .Wahai Bani Adam Jika kamu mendatangiKu dengan dosa seberat bumi ,lalu kamu menjumpaiKu dsalam keadaan tidak menyekutukanKu dengan sesuatu apapun maka Aku akan mendatangimu dengan Ampunan seberat dosa yang kamu bawa itu (HR TIRMIDZI )
Masih menurut Syaikh Al Ghazali kesalahan demi kesalahan yang kita lakukan terjadi kerana kelemahan manusia itu sendiri dan sering terjadi secara tidak diharapkan dan sama sekali tidak diinginkan.  selain itu disebabkan oleh lemahnya akal,  kurangnya semangat ibadah,  menggejolaknya cinta dunia, dan mengumbar hawa nafsu namun ketika seorang muslim kembali pada Allah dengan menaati perintahNya dan taat kepada RasulNya.  ia memandang kesalahan yang ia lakukan merupakan kemungkaran yang wajib disingkirkannya jauh-jauh

Penulis teringat akan wasiat dari salah seorang ulama salaf Syaikh Ibnu Athoillah yang pernah memberi semangat untuk segera taubat dan optimis akan Ampunan Allah doi bilang kalo boleh jadi ketika kita hidup di dunia ga selamanya lurus-lurus aja adakalanya menyimpang atau melencong (kata orang melayu😀 ) yang mewariskan penyesalan dan taubat daripada setumpuk amal ibadah yang mewariskan kesombongan serta ketakaburan.  Hal ini mengandung makna bahwa sejatinya seorang muslim siapapun doi bagaimanapun statusnya ga bakal luput dari kesalahan serta berbagai dosa –dosa yang membuat ia semakin terlena namun Allah Maha Dermawan lagi Maha Pengasih, telah menyeru sejumlah orang-orang yang menurut Al Qura’an disebut melampaui batas agar segera menuju ampunan Allah dan optimis akan janji-janjiNya yang telah Allah sediakan kepastian dari JanjiNya tersebut dengan kebahagiaan dunia akhirat

“Katakanlah : “Hai hamba-hambaKu yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri ,janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah .Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang .Dan kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah diri kepadaNya sebelum datang azab kepadamu kemudian tidak dapat ditolong (lagi) (SURAH AZ ZUMAR :53-54)

Kecuali orang-orang yang bertaubat ,beriman,dan mengerjakan amal shalih ,maka mereka itu kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan .Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang (SURAH AL-FURQAN:70)

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun ,niscaya dia akan melihat balasannya .Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun ,niscaya dia akan melihat (balasannya pula ) . (SURAH AZ ZALZALAH :7-8)

Pernah ada seorang mualaaf dari Amerika Serikat, seorang dosen sekaligus seorang associate Profesor jurusan Matematika,  menganalisis antara korelasi Dosa dan efek-efek yang ditimbulkannya berdasarkan  ayat-ayat Qura’an yang ia paparkan dapat ditarik kesimpulan bahwa pada dasarnya dosa merupakan akibat dari kezaliman, penganiayaan, kelaliman terhadap diri sendiri yang paling merasa mendapatkan keberuntungan serta kerugian ialah diri sendiri sebagai pelaku utama kezaliman.  ketika kita menindas dan bertindak tidak adil serta melampaui batas terhadap diri kita sendiri.  yang berujung pada kesengsaraan, terciptanya, tekanan batin (depressi ) kekosongan, kehampaan.  Namun itu semua tidak bersifat selamanya secara sosiologis manusia selalu bersifat berubah-rubah dan selalu menginginkan mobilitas sosial dalam dirinya.  dan jalan untuk memperbaiki berbagai defisit spiritual ini dengan kembali pada Dzat Yang Maha Penerima Taubat dan tidak lelah berlari menuju ampunan Allah yang amat luas tiada terbatas selama nyawa masih dikandung oleh badan dan selama belum dibalut oleh kain kafan hingga masuk ke liang lahat .

“ Hai orang-orang yang beriman ,bertaubatlah kepada Allah dengan Taubat yang semurni-murninya ,mudah-mudahan Tuhan kamu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai ,pada hari katika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengan dia ;sedang cahaya memancar di hadapan dan di sebelah kanan merka ,sambil mengatakan :”ya Tuhan kami sempurnakanlah bagi kami cahya kami dan ampunilah kami ;sesunguhnya Engkau Maha Kuasa atasa segala sesuatu “ ( SURAH AT TAHRIM : 8)

TAQWA …..Bo
Hidup adalah perjuangan  begitulah slogan sekaligus motivasi singkat yang mampu menyemangati kita.  apalagi Imam Ahmad ibn Hanbal yang pernah mengatakan bahwa telapak kaki seorang mukmin takkan berhenti dari perjuangan hingga akhirnya menginjakkan kaki di SurgaNya.   perjuangan seorang mukmin di bulan Ramadhan adalah perjuangan eksistensi keberadaan dirinya sejauh mana di sisi Allah guyz of course lah as we know derajat muttaqin belum pantas disematkan kepada sorang mukmin sampai ia meninggalkan hal-hal yang dihalalkan demi menghindarkan dari yang syubhat atau meragukan nah kalo doi udeh success menghindar dari yang syubhat insyaAllah doi akan jauh dari perkara-perkara yang diharamkan oleh Allah ta’ala

Disiang hari kita bukan sekedar mengerang menahan nafsu kita dari makanan dan minuman tapi juga perjuangan merubah serta membenahi diri dalam sebuah moment yang Allah sediakan untuk orang-orang beriman dengan visi dan misi menjadi orang yang bertakwa. Dalam sebuah ceramah di malam bulan Ramadhan seorang ustadz memaparkan dan menelaah lebih lanjut tentang hakikat serta karakteristik orang-orang yang bertakwa menurut Al-Qura’an.  Seorang mukmin sudah barang tentu seorang muslim namun seorang muslim belumlah tentu seorang mukmin itulah sebabnya perintah puasa diserukan bagi orang-orang yang beriman bukan orang-orang islam karena  tidak semua orang-orang islam mampu berpuasa.  karakteristik muttaqin atau orang yang bertakwa inilah yang hendak dituju seorang mukmin selama ia berada dalam Universitas  Ramadhan

Hai orang-orang yang beriman ! diwajibkan atasmu berpuasa ,sebagaimana puasa itu telqah diwajibkan juga atas orang-orang sebelummu agar kamu bertakwa ( Al-BaQarah : 183 )

“ Yaitu orang-orang yang beriman kepada yang ghaib ,yang tetap mendirikan shalat dan menafkahkan sebehagian rezeki yang kami anugrahkahkan kepada mereka .Dan orang-orang yang beriman kpada wahyu yang diturunkan kepadamu serta wahyu yang diturunkan sebelummu dan mereka yakin akan adanya kehidupan negeri akhirat (Surah Al-Baqarah :3-4 )

“ Yaitu orang-orang yang sabar ,orang-orang yang selalu jujur ,orang-orang yang patuh dan taat ,orang-orang yang suka menafkahkan harta di jalan Allah dan yang suka mohon ampun dilarut malam ( SURAH ALI IMRAN : 17
“Dan bersegeralah kamu pada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang lluasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa  ( yaitu ) orang-orang yang menafkahkan (hartanya ) baik dikala lapang maupun sempit dan orang-orang yan menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan ) orang .Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri ,mereka ingat akan Allah ,lalu memohon ampun terhadapa dosa-dosa mereka ,dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah ? Dan mereka tidak meneruskanperbuatan kejinya itu ,sedang mereka mengetahui ( SURAH ALI IMRAN : 133-135)

Ikhwan wal akhwati fillah rahimakumullah Taqwa dari definisi yang sering kite denger di setiap kesempatan melalui ceramah-ceramah agama yang ditayangkan oleh berbagai stasiun televisi swasta ataupun melalui setiap khutbah jumaat dimana para khatib selalu berwasiat untuk bertakwa dengan sebenar-benarnya taqwa yaitu dengan menjalankan segala perintahNya dan meninggalkan segala laranganNya but  suddenly timbul pertanyaan dari berbagai temen-temen kita “ kalo gitu siapa yang sanggup melaksanakannya ? khan manusia emang gudangnya kesalahan dan dosa “   Friends, ane teringat sebuah buku yang membedah secara ringkas namun padat mengenai jalan menuju takwa Dr Abdullah Nashih ulwan dalam bukunya “Tarbiyah ruhiiyah “ pernah menukil sebuah riwayat yang berisi Tanya –jawab antara Umar Ibn Khataab dan Ubay Ibn Kaab ketika Umar bin Khataab pernah bertanya mengenai hakikat taqwa kepada Ubay Bin Kaab ,lalu Ubay Ibn Kaab menjawab :
“ bukankah anda pernah melewati jalan penuh dengan duri ?” and next Umar menjawab “ Ya” Ubay bin Kaab kembali nanya “ apa yang anda lakukan saat itu “ ,Umar Bin Khataab pun menjawab “Saya bersiap –siap dan berjalan dengan hati-hati “ .udah gitu Ubay bin kaab bilang “ ya gitu juga dengan Takwa “

And I Think enough for us the important effect and influenced of TAQWA yang klo salah sorang ustadz pernah memberikan kepanjangan dari kata tersebut sebagai gelar yang kan disematkan pada orang-orang mukmin pada saat wisuda sarjana di akhir fase Ramadhan yang bernama “ Itqun minannar “ atawa pembebasan dari api neraka yang ga Cuma itu Allah masih ngasih Big Grand Prize di akhir penghujung bulan Ramadhan dengan “ Lailatul Qadarnya

TAQWA
TAwadhu : melalui media puasa mempu membentuk syaksiyah islamiah yang salah satunya berkarakteristik rendah hati,  Syaikh Salim bin ‘id Al Hilaly pernah menuliskan sesuatu tentang substansi tawadhu
“ Ketahuilah wahai saudaraku yang tawadhu ..orang berakal ,ketika ia melihat orang yang lebih tua dari dirinya maska ia bersikap tawadhu terhadapnya sembari mengatakan “ Dia telah mendahuluiku dalam Islam “ bila ia menjumpai seorang yang lebih muda usianya dari dirinya ,ia pun bersikap tawadhu sreya mengatakan “ Aku telah mendahuluinya dalam berbuat dosa “ jikalau menyaksikan orang yang seusia dengan drinya ia mnjadikannya sebagai saudAra

Ikhwati fillah Rahimakumullah dari satu paragraph di atas seakan terlihat bahwa cendrung memandang dirinya belum ada apa-apa di bandingkan ilmu orang yang lebih tinggi usia dari dirinya ia sama sekali tak mempunyai apa-apa yang pantas disombongkan kerana ia sadar dengan prinsip “ di atas langit masih ada langit “ dan orang yang tawadhu juga berkarakteristik lebih sibuk memperhatikan dan berusaha menutupi aib dirinya sendiri sehingga ia tak mempunyai waktu dan tempat mengumbar aib orang lain

Lalu Syaikh Salim melanjutkan “ Dia tidak menhina siapapun sebab, seorang hamba yang tawadhu (dia) tidak melihat dirinya memiliki nilai lebih jika dibandingkan dengan orang lain, Dia pun melihat orang lain tidak membutuhkannya dalam masalah Agama atau Dunia .Seorang hamba tidak meningalkan tawadhu kecuali saat kesombongan mencengkram jiwanya dan ia tidak arogan kepada orang lain kecuali saat ia takjub dengan drinya sendiri oleh karenanya Rasulullah menjelaskan Sombong adalah ewmghina orang lain. sehingga dapat disimpulkan Tawadhu tercermin pada penghormatan kepada orang lain .
Qana’ah
Seorang yang berakal dan selalu menjaga kejernihan hatinya lebih memilih untuk selalu ridha dan menerima segala apa yang oleh Rabb berikan tatkala ia terantuk pada sebuah ketidakpuasan dalam sebuah proses amaliahnya ia segera beristigfar karena baru saja ia masuki area offline dari God Spotnya dan tatkala ia menghadapi pada sebuah kenyataan yang tidak pernah dijangkau oleh nalar pemikirannya ia pun berikhtiar untuk tetap ridha dan bersikap Qanaa’ah baginya tanpa ada gelar popularitas nama. Pujian. ucapan selamat.  sudah lebih dari cukup untuk membuat ia hidup bahagia di dunia dan menuju Akhirat. Akhirat  kebahagiaan yang kekal dan abadi dimana Allah SWT memang telah menyediakan bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa  lisannya tidak henti dari dzikir Alhamdulillah. subhanallah ia ucapkan ketika ia merasa kagum dengan sebuah peristiwa yang memiliki hikmah terindah dan istimewa lantas ia pun bersyukur atas Rabb Yang Maha Mengetahui dan telah memegang Skenario hidup di dunia ini

WARAA
Waraa lebih memiliki artian pada bersikap hati-hati dan menjauhi sesuatu hal-hal yang belum jelas kehalalanya dan apakah hal tiu membawa maslahat pada diri dan ummat ,dalam sejarah peradaban islam ada banyak para khalifah Islam terutama di era Khulafarasyidin dan dua dinasti islam yang menjadikan waraa sebagai gaya hidupnya seperti Umar Bin Khattab r.a Abu Bakar r.a dan lain-lain dalam masa keemasan periode sejarah peradaban ummat adalah Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang benar-benar dikenal pada masanya sebagai pemimpin yang memelihara sikap Waraa.  lalu pada dinasti Abbasiyah terdapat khalifah Harun ar Rasyid

Syaikh Muhammad Al Ghazali dalam sebuah bukunya “ Selalu melibatkan Allah “  menukil sebuah riwayat hadits yang diriwayatka oleh al-Nu’man ibn Basyir :
“aku mendengar Rasulullah SAW bersabda ,” yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas dan diantara keduanya ada yang syubhat ,yang tidak diketahui oleh banyak manusia. Barangsiapa menajuhi syubhat ia telah menyelamatkan  agama dan dirinya barangsiapa menedekati syubhat ,ia seperti seorang penggembala yang menggembala di pinggiran area terlarang ; dikhawatirkan ia masuk ke dalamnya.
“ Ingatlah bahawa setiap raja mempunyai kawasan terlarang ,daqn kawasan terlarang Allah di dunia ini adalah hal- hal yang diharamkannNya .ingatlah bahwa dalam jasad ini ada segumpal daging jika daging itu baik ,maka baik pula seluruh jasadnya ,apabila daging itu rusak maka rusak pula seluruh jasad .camkan itulaj hati ( H.R Bukhari )

Warak menurut Syaikh Al Ghazali bukan berarti enggan menghadapi berbagai kesulitan yang datang silih berganti .seorang muslim selalu berjuang demi kebenaran ,melihat segala halnya lebih cermat dan ketika ia telah yakin akan pilihannya maka tanpa ragu lagi ia akan serta-merta memilihnya .namun jika hatinya meragukan sesuatu perilaku ia kan lebih memilih untuk menjauhinya

Orang-orang mukmin yang menjaga sikap Waraanya menjadikan Hati dalam jasadnya sebagai tempat bertanya yang pertama ia harus kunjungi untuk menyikapi berbagai perilaku.  gaya hidup.  problem-problem dalam setiap detik kehidupannya  “ Wahai Rasulullah bertihau aku apa yang halal dan apa yang haram bagiku ? Nabi SAW brsabda “katakana ,kebaikan adalah apa yang menentramkan jiwa dan menenangkan hati ,walaupun orang-orang menghinamu

Memilih hal yang udeh jelas and jauh-jauh dari bersikap GaZeBo (ga zelas Bo ) kayaknya udah langka banget ada di antara pribadi muslim di kalangan kita-kita gene yang idup and ingal di abad serba materialis,  sangat sering kite denger sebuah pameo “ yang haram aja udah susah dicari apalagi yang halal “ ( !!!) Bro klo kita mau tau dari sikap Rahman and Rahimnya Allah Ta’ala Rasulullah Saw pernah memberikan gambaran dalam sebuah haditsnya “waktu Allah menciptakan dunia diberikan satu rahmat di dunia dan 99nya di akhirat “ tapi dengan satu rahmat yang Allah karuniakan di muka bumi,  membuat dunia berwarna,  teratur dalam keseimbangan, keserasian hingga tak ada cacat ataupun retak di antara para makhluk ciptaan Allah.  Bahkan salah satu tanda-tanda keagungan Allah Ta’ala ialah otak kita saat ini memiliki lebih dari 1.000.000.000 unit sel otak setara dengan 160 GGB computer Windows Xp !!! subhanallah Maha suci Engkau Ya Rabb ! Can you imagine it hanya dengan satu rahmat yang Ia curahkan di dunia proporsi air hujan yang turun telah Ia atur sesuai kapabilitas permukaan bumi yang sanggup menerimanya suhu bumi berada diantara panas dan dingin Coz berdasarkan hasil sebuah riset di bidang ilmu fisika apabila suhu bumi terlalu panas maka planet bumi sangat kurang layak ditempati makhluk hidup da boleh jadi takkkan ada kehidupan sama sekali dan apabila planet bumi terlalu dingi seperti halnya planet Pluto yang pada siang hari bersuhu -200 derajat C maka yang ada hanyalah kebekuan sedangkan di Indonesia saja jika kita bertravelling ke kota –kota di jawa barat seperti Ciwidey, Cibodas, Lembang akan dirasakan suhu pada kota-kota tersebut berkisar antara 17-18 derajat Celcius

Lebih lanjut salah seorang Astronom Amerika ,Hugh Ross pernah memberikan informasi mengenai keseimbangan di planet bumi yang merupakan manifestasi satu rahmat Allah yang Ia berikan di dunia

1 Jarak bumi dengan matahari
o    Jika lebih jauh : planet bumi akan terlalu dingin bagi siklus air yang stabil
o    Jika lebih dekat : planet bumi akan terlalu panas bagi siklus air yang stabil

2. Gravitasi di permukaan bumi
o    Jika lebih kuat :atmosfir bumi akan menahan terlalu banyak gas yang beracun ( metana dan amoniak )
o    Jika lebih lemah : atmofer bumi akan terlalu tipis kerna banyak kehilangan udara

3. Periode rotasi bumi
o    Jika lebih lama : perbedaan suhu pada siang dan malam terlalu besar
o    Jika lebih cepat : kecepatan angina pada atmosfer terlalu tinggi

4. Aktifitas Gempa
o    Jika lebih besar :terlalu banyak makhuk hidup yang binasa
o    Jika lebih kecil : bahan makanan di dasar laut tidak akan didaur ulang ke daratan melalui pengangkatan tektonik

5. Ketebalan kerak bumi
o    Jika lebih tebal : terlalu banyak oksigen berpindah dari atmosfir ke kerak bumi
o    Jika lebih kecil : aktivitas tektonik dan vulkanik akan terlalu besar

6. Medan Magnet Bumi
o    Jika lebih kuat : badai Elektromagnetik akan terlalu merusak
o    Jika lebih lemah : kurangnya perlindungan dari radiasi berbahaya yang berasal dari luar angkasa

Jadi bro and sister baru di dunia aja kita udah mat gemilang merasakan kenyamanan tinggal di planet bumi dan dunia ini penuh akan rasa Cinta dan kasih saying yang Allah karuniakan pada seluruh makluknya terutama Manusia selaku KhalifahNya di muka bumi so pasti yang di bolehkan dan dihalalkan  dalam perkara-perkara agama islam pasti lebih banyak dari yang diharamkan .kalaupun ada yang diharamkan olehNya justru bermanfaat untuk selalu menjaga dan memelihara keseimbangan alam raya ini,  agar gga terjadi kerusakan di muka bumi yang mengakibatkan kehancuran dan kesengsaraan bagi para penghuni planet ini,  dan Dialah Allah Sang Maha Pemelihara lagi Maha Mengetahui.