Solitude

Embun yang pasrah

Semuanya rukuk dan menyerah

Sepenuh jiwa yang mengaliri darah

Gerimis sore telah membuatnya meredam gelisah

Perjalanan harus berhenti

Pada titik embun yang mendamaikan

Saat begitu romantis  Kalam Tuhan

Rindunya berpulang

Citanya kembali dan inilah kelahiran sekali lagi

 

Embun telah pasrah

Gerimis menghitungnya

Dan mentari beranjak membesarkannya

 

1432 H

Dramaga

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s