Penyair Terakhir

Penyair Terakhir membenamkan harapan

Kala bumi tergagap di buai ancaman

 

Alangkah mirisnya wajah pilu anak insan

Mimpinya pada masa depan adalah kegelapan

Itulah nyanyian penyair terakhir

Saat detak waktu tak kenal berfikir

Karena semua telah ada dalam suratan takdir

Agar nampak di muka manusia kerdil

Yang baginya semua bisa diatur dengan uang, tahta dan wanita

Sepaket sandiwara muara binasa

 

Zaman terus bergerak, namun syairnya selalu tak kehilangan letak

Sebagaimana menimpa hamba dinar dan dollar

Mereka yang nekat menjilat-jilat purbakalanya artefak

 

Inilah zaman akhir

Saat sajak sang penyair

Mulai dicari bagi yang kehilangan jati diri

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s