Di pembaringan, terbujur lemah seorang tak berdaya

Sebongkah selimut membebani punggungnya

Dan syaithan menari riang di atasnya

Kala bangkit, tersibak semua diam dan misteri hening

Dalam qira’ah, shubuh itu bergelimang doa, berlimpah cahaya

Semua keheningan terpecah menjadi butiran harapan di awal pagi

 

Merangkak seorang hamba mengejar iqamat

Seolah merangkak lari dari kejaran jilatan api neraka menyala

Tidak ada yang lebih mahal di dunia ini, selain qunut shubuh demikian mesra

Hanyut dalam buaian mereka yang berdiri tegak siap menantang awal mentari

 

Hingga dhuha, beranjak perlahan

Hingga Shubuh itu masih banyak yang tertinggal di ujung jalan