Saat tersenyum dalam pelukan senja

Dalam rintihan lelaki perindu surga

Kesunyian mendekap lekat sehelai sajadah

 

Waktu yang separoh terbakar

Dan hidup yang setengah tertidur

Sudah saatnya bangkit,sebelum sebenar-benarnya dibangkitkan dari liang kubur

 

Pemadat menjalani hidupnya separoh mendengkur

Sang sufi mengarungi samuderanya sepenuh tafakur ‘

Lelaki perindu surga, yakin rizkynya

Gusti Alloh yang Maha Mengatur

Bahwa semua sudah terukur

 

Inilah Senja sudah tiba

Lembayung senja pasrah bercengkrama dengan diam

Saat pemadat kembali sujud

Saat sufi kembali bertahiyat

Dan bumi pun rukuk dengan taat

Lelaki perindu surga masih menghitung

Berapa hutang terhadapNya !!

2 Muharram 1432 H