Sesungguhnya dalam  tulisan ini setidaknya hanya sedikit yang punya waktu untuk membacanya, dan lebih sedikit lagi yang rela mendalami isinya. Oleh sebab itu, sampaikan isi tulisan semampu kita kepada rekan saudara kita pejuang ekonomi islam dimanapun kita berada, gaungkanlah visi FoSSEI dengan selayaknya, buatlah mereka mengartikan visi FoSSEI dengan sebenar-benarnya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Apa Kabar para pejuang ekonom Rabbani? Semoga Allah SWT menjaga kita dari setiap godaan hawa nafsu yang terus menggelayuti diri kita, nafsu sendiri merupakan godaan yang terdapat dalam tubuh kita sendiri, ia lebih berbahaya dari pada 60 setan ( al-Ghazali). Setiap masa menuntut perubahan, dan perubahan itu pasti terjadi ia merupakan keniscayaan, sesungguhnya yang tidak berubah itu hanya perubahan itu sendiri. Mari kita terus berhuznudzon pada pergerakan FoSSEI karena memang perubahan kita tergantung dari pemikiran kita sendiri, ia akan mengalami kemerosotan seandainya kita berfikir picik dan berpandangan sempit, begitu juga sebaliknya ia akan mengalami kegemilangan seandainya didalam rongga hati dan pikiran kita terbentuk pemikiran visioner, fundamental, dan religius.

 

Teringat kisah perjuangan yang berat ketika Rasulullah SAW menghadapi perang khandaq, bahkan ujian yang sekarang kita terima tidak bagaikan sepucuk daun dalam hutan belantara yang sangat luas. Karena memang begitulah takdir Allah SWT memberikan contoh kepada mereka yang mau berfikir, Allah SWT punya kuasa menunjukkan mukzizat pada saat itu dan memang Allah SWT telah tunjukkan namun Allah SWT punya skenario terbaik, dan seharusnya kita sebagai umat yang diutus kemudian dapat mengambil hikmah dari indahnya skenario ini untuk diterapkan dalam kehidupan kita, terutama dalam berorganisasi.

Kembali kepada kisah diatas, bayangkan bagaimana saat itu kaum muslimin sedang melakukan penggalian untuk membangun parit-parit dalam menghadapi kaum musyrik. Ketika itu, kaum muslimin terhalang untuk menghancurkan sebuah batu besar ketika sedang melakukan penggalian disalah satu bagian dari parit tersebut, seluruh sahabat yang sesungguhnya sedang mengalami kelaparan yang amat sangat tidak dapat menghancurkan batu  tersebut, sehingga mengadulah diantara mereka kepada Rasulullah SAW yang ketika itu turun tangan menghancurkan batu besar itu seorang diri. Ketika itu batu besar itu hancur hanya dengan beberapa kali pukulan kapak, dan menghasilkan beberapa percikan cahaya yang menyebabkan para sahabat bertanya, ya Rasulullah SAW gerangan apa yang terjadi ketika engkau menghancurkan batu tersebut terdapat cahaya yang memancar dari batu tersebut, Rasulullah SAW seketika memberikan sebuah motivasi yang sesungguhnya sangat berharga dan memberikan tenaga baru bagi para sahabatnya yang sedang dirundung permasalahan yang sangat pelik. Telah terbuka kunci-kunci persia, telah terbuka kunci-kunci romawi…(terjemah bebas)  dari kisah ini sahabat yang sekedar memikirkan kemenangan diperang khandaq saja sulit, ternyata di bangun seketika sebuah paradigma bahwa islam akan berjaya kelak. Dan seketika para sahabat mendapat suntikan moril yang sungguh sangat luar biasa.

 

Seandainya saya selaku  Presidium Nasional FoSSEI berkata bahwa FoSSEI akan menjadi organisasi yang melahirkan pemikir-pemikir ekonomi islam dibidangnya, yang akan lahir orang-orang mampu berlaku zuhud dan wara sesuai dengan porsinya, yang mampu mengaplikasikan dan mengayomi masyarakat untuk sama-sama bergerak membangun peradaban islami. Merupakan sebuah hal yang sesungguhnya suatu hal yang sulit di terima karena ana sadar bahwa ana sendiri masih dalam tingkatan belajar, namun perkataan ini adalah sebuah ungkapan yang sesungguhnya sudah dipikirkan sejak pertama kali FoSSEI berdiri.

 

Saya sangat yakin dengan ungkapan saya diatas, karena memang seorang pemimpin harus mampu melahirkan orang yang mampu melahirkan seorang pemimpin. Dan keyakinan itu pasti berlaku bagi setiap orang yang bersungguh-sungguh untuk mengejar visinya.

 

“FoSSEI akan menjadi organisasi yang melahirkan pemikir-pemikir ekonomi islam dibidangnya, yang akan lahir orang-orang mampu berlaku zuhud dan wara sesuai dengan porsinya, yang mampu mengaplikasikan dan mengayomi masyarakat untuk sama-sama bergerak membangun peradaban islami”

 

Perjuangan membutuhkan pengorbanan bagi para pengembannya, siapa yang lengah maka ia akan tertinggal jauh dibelakang terbengkalai dan terlupakan, tapi siap yang berani untuk bersungguh-sungguh maka hasilnya sudah terlihat walaupun ia sendiri sedang istirahat ketika mengumpulkan tenaga.

 

Hari ini kita sama-sama membantu kerja dakwah ini dengan bijaksana dan arief, belajar berfikir positif untuk membantu saudara kita yang tertinggal, yang sedang mencoba mengejar, dan yang sudah mendahului. Hari ini kita belajar untuk tidak mempedulikan posisi kita saat ini, ketika kita sadar di belakang maka kita berusaha untuk kedepan dan  yang didepan mencoba melihat kebelakang. Maka, permudahlah dan jangan mempersulit, itu kaidah yang dikatakan baginda nabi Muhammad SAW. Jangan membanggakan teori yang sesungguhnya sulit diterapkan dalam kehidupan saat ini, tetapi kerjakanlah aplikasi yang sudah dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan membiasakan diri dalam perdebatan apalagi dengan saudara yang lebih tua. Karena sesungguhnya perdebatan dapat menghancurkan fitrah kita sebagai seorang pejuang dakwah, sedangkan dengan berdebat dengan orang yang lebih tua dapat menutupi sejarah yang seharusnya kita pelajari.

 

Sesungguhnya dalam  tulisan ini setidaknya hanya sedikit yang punya waktu untuk membacanya, dan lebih sedikit lagi yang rela mendalami isinya. Oleh sebab itu, sampaikan isi tulisan semampu kita kepada rekan saudara kita pejuang ekonomi islam dimanapun kita berada, gaungkanlah visi FoSSEI dengan selayaknya, buatlah mereka mengartikan visi FoSSEI dengan sebenar-benarnya dalam kehidupan sehari-hari.

 

Ketika Rasulullah SAW akan menerima rintangan dakwah yang maha dakhsyat, maka Allah SWT menyiapkan sumber daya yang kuat untuk menerimanya, Rasullulah SAW menerima wahyu surah Al-Muzzammil dan setelah surat Al-Muddasir ( silahkan perdalam isinya). sesungguhnya isra mi’raj merupakan sebuah hal yang meruntuhkan dakwah Rasulullah SAW ketika itu, namun ternyata tidak, ada sosok Abu bakar yang tetap yakin ditengah terpaan pemikiran logika dasar, hingga beliau diberi gelar as-sidiq. Dan lagi-lagi dakwah memiliki pembelanya masing-masing walaupun orang-orang mencoba memendamnya. Dan akhirnya terbukti, perintah shalat telah memberikan kekuatan maha dahsyat yang menghancurkan kedzaliman lata dan uzza yang telah tertanam dalam diri para pemikir quraisy.

 

Saudaraku, sesungguhnya keadaan FoSSEI hari ini dengan segala kekurangannya merupakan bagian dari persiapan menuju organisasi yang siap membangun bangunan ekonomi islam dimasa yang akan datang, yang sesungguhnya telah dibangun oleh orang-orang terdahulu. Pernahkan anda dengar perdebatan mengenai isi kitab ihya ulumuddin. Dalam kitab yang terkenal hingga saat ini mengingat kitab tersebut yang begitu komprehensif, fundamental, dan terstruktur rapi tersebut.  Perdebatan itu terkait dengan mengapa dalam kitab tersebut tidak membahas tentang Bab perang, padahal pada saat itu islam sedang menghadapi perang yang dikenal sepanjang masa yang disebut perang salib. Dan sudah seyogyanya seorang ulama merupakan penyulut awal dalam setiap tulisannya untuk memperkuat kaum muslimin. Menurut beberapa pengkaji kitab tersebut menyatakan bahwa al-ghazali dalam kitabnya sesungguhnya membangun kaum muslimin untuk siap memenangkan perang salib, dan terbukti tidak lama setelah itu tentara muslim mendapatkan momentum kemenangan yang fenomenal.

 

Sehingga dari kisah-kisah diatas sesungguhnya kita harus siap dahulu membangun ruhiyah diri kita agar nantinya kita siap untuk mengemban amanah kemenangan ini ketika ekonomi islam telah jaya. Mungkin, mulailah saat ini dengan hal-hal yang lebih mendasar, terbiasa, dan berkarakter. marilah membangun kebiasaan shalat secara tepat waktu hari ini, seandainya anda lelaki maka mulailah untuk membiasakan diri untuk selalu shalat berjamaah. Kemudian biasakanlah untuk tidak memperdulikan harta anda, infakkanlah semampu anda setiap hari misalnya 1000 atau 2000. Hindarilah mendengki karena mendengki merupakan kedzaliman yang mencelakakan diri sendiri, jangan lupa mulailah untuk ikhlas, karena sesungguhnya jika anda tidak ikhlas maka kesia-siaan yang akan di terima, pernah dengan kisah 3 golongan yang paling pertama di hisab Allah SWT, mereka merupakan pejuang di dunia yang dimata manusia begitu mulia yaitu para mujahid, ulama, dan dermawan, dan ternyata mereka masuk neraka lebih awal (naudzubillah) dikarenakan mereka menduakan Allah SWT dengan mengharapkan perhatian manusia. Ini merupakan kebiasaan yang disarankan, kapasitas seseorang berbeda-beda, hanya saja kapasitas seseorang sesunggunya tidak terbatas, diri kitalah yang membatasinya.

 

Jazakallah atas perjuangan anda, luruskanlah niat anda hari ini untuk Allah SWT bukan untuk manusia, sesungguhnya saya mengharapkan pengingatan dari anda semua hari ini kepada diri saya yang sesungguhnya memiliki banyak kekurangan. Dan satu hal lagi keluhan yang masih banyak terdengar di antara para pejuang dakwah ekonomi islam hari ini, seperti merasa sendiri,  merasa tidak dipedulikan, dan merasa tersingkirkan. Ketiga hal ini sesungguhnya membutuhkan perhatian positif dari diri kita, seandainya anda merasa sendiri maka anda harus yakin bahwa Allah SWT menginginkan anda sebagai pionir perjuangan sehingga hasil dari perjuangan itu adalah milik anda, seperti Abu Bakar yang kepionirannya membuat timbangan pahalanya seharga pahala seluruh mahluk bumi dan lebih berat lagi. Merasa tidak dipedulikan makan anda diminta untuk lebih peduli kepada orang lain, teringat kaidah sederhana ketika anda memberi sesungguhnya anda menerima. Dan terakhir merasa tersingkir merupakan keadaan yang biasa sering kita dengar, maka saya ingatkan tidak ada yang mampu menyingkirkan diri kita kecuali Allah SWT dan diri kita sendiri, maka buatlah diri kita terus berada dalam jalur perjuangan dakwah ini.

Al Haqqu min rabbika fala takunanna minal mumtarin. Wassalamualaikum Wr Wb.

 

by Imam Punarko

Koordinator Presidium Nasional 2010-2012