malam ini saya mmebaca sebuah berita dari detik.com mengenai salah seorang pemimpin negeri ini yang masih sanggup memberikan teladan di tengah kelangkaan teladan republik ini. kalau kita mau pahami, mengapa persoalan di negeri ni begitu sulit diselesaikan, karena tidak adanya mereka yang bersedai membayar pajak kemenangan dengan pengorbanan. tak ada yang berani mengangkat jubah keteladanan di atas genangan lumpur syahwat kekuasaan. sehingga benar kata Rasulullah SAW, “seperti apa kondisi dirimu, sepeerti itu juga pemimpin yang muncul darimu” . ketika rakyat bukan lagi mencari sang khalifah yang sanggup melayani. ketika masyarakat sudah tidak mau tahu lagi apa yangbisa dilayani oleh sang pemimpin tetapi hanya paham berapa juta yang berani diinvestaikan di tiap pilkada dan pemilihan umum. maka artikel menarik ini bisa menghibur kekeringan kita dalam mempelajari bab teladan. teladan yang lahir dari bumi pertiwi Indonesia.

Bukittinggi – Siapa sangka, Menkominfo Tifatul Sembiring dikenal sebagai anak nakal sewaktu masih kecil. Guru SD Tifatul bahkan sempat menakut-nakutinya, kalau Tifatul tidak merubah sikap, saat besar nanti dia hanya akan menjadi tukang gerobak.

Tifatul berbagi kenangan masa kecilnya saat menyerahkan bantuan 10 komputer di SDN 01 Benteng Pasar Atas, Bukittinggi, Sumatera Barat (24/5/2010). Tifatul merupakan alumni SD tersebut.

Sewaktu bersekolah, Tifatul mengaku tak pernah memakai sepatu bahkan sendal. “Kita dulu kaki ayam sekolah,” tutur Tifatul.

Tifatul kecil rupanya nakal dan banyak berulah, serta kerap membuat para guru kesal. Saking nakalnya, gurunya pernah mengatakan kalau Tifatul tidak akan sukses.

“Kata Ibu Guru Anita Des, kalau Taufik (kakak Tifatul) jadi menteri, Tifatul jadi tukang gerobak. Itu jadi cambuk buat ambo. Itu kenangan yang tidak bisa saya lupakan,” kisahnya.

Meskipun nakal, Tifatul juga pernah membanggakan sekolah. Politisi PKS ini semasa SD pernah menjuarai lomba memandikan jenazah tingkat Bukittinggi.

“Saya dulu kelas 5 SD pernah juara memandikan mayat. Jadi harum sekolahnya. Walaupun yang dimandikan boneka,” ujar Tifatul yang disambut tawa hadirin.

Teman satu sekolah Tifatul, Eddy, mengatakan kalau mantan Presiden PKS ini adalah anak yang jahil kepada teman-teman SD-nya. Namun ada sebuah kelebihan Tifatul yang  tidak dimiliki siswa lainnya.

“Saat giliran dia memimpin mengaji, satu kelas hening semua. Padahal kalau yang lain pada berisik,” jelas Eddy.