Malam ini aku sungguh lelah. Bertubi-tubi dalam agenda yang padat antara kuliah-belajar-dan menulis essay. Yang terakhir disebut rasanya mulai terbengkalai sejak awal January ini. Hingga detik ini pun kelelahan bolak-balik bogor-jakarta-bogor masih aku rasakan. Di Jakarta aku hanya sebentar. Makan,mandi,dan beres-beres lagi untuk pulang ke Bogor.  Aku berharap sebuah akhir yang baik dari sebuah prasangka yang baik pula juga kesabaran yang baik. Besok atau senin aku harus menulis lagi. Bukan semata eksistensi  atau mencari nafkah melalui semata menulis tapi agar catatan hari ini menjadi sejarah di hari esok dan agenda penting yang tak boleh dilupakan oleh anak bangsa ini.
Catatan awal pecan dan lainnya adalah salahs atu usahaku untuk mendokumentasikan amal-amal peradaban itu dalam bentyuk tulisan tentang FoSSEI.dalam keadaan seperti ini, aku kurang mampu untuk memaksimalkan menulis. Tiba-tiba aku jadi rindu dengan teman-teman seperjuangan dulu di FoSSEI. Ada akh ardi yang selalu optimis dan dinamis, ada akhina imam dan ferry yang selalu ceria, Toyyib,Nanta, azmi dll, belum ditambah teman-teman dari daerah seperti Pugo dari Jogja, Febri dari Palembang, Abra dari semarang dll. Di FoSSEI lah ruangannyab aku merasakan nuansa dan smeangat kebersamaan yang mengagumkan. Seperti bahasanya bang Fauzul, “Dimanusiakan secara manusiawi”. Di FoSSEI mirip sebuah sekolah alam terbuka.tanpa harus belajar secara textbook terlalu banyak ayat-ayat kauniyah Allah SWT yang kerap dilewatkan begitru saja tanpa ada tabaur sepeserpun. Di DoSSEI wadahnya aku banyak belajar arti dari idealism,militansi,komitmen, loyalitas,persaudaraan, keteguhan,ikhlas,dan sabar. Nilai-nilai luhur yang apabila merasuk diintegrasikan dalam system menjadi sangat luar biasa,anggun dan elegan.
Dari akhi ardi, aku banyak belajar arti dari kesabaran, dari imam,ferry,toyyib aku banyak belajar arti persaudaraan dan militansi aku banyak belajar dari ashbah. Sama sekali dulu aku tak pernah terbayang akan terlibat aktif dan berpengaruh di FoSSEI . hanya terpikir akan membenahi da’wah kampus dan kalaupun ekstra akan terlibat di KAMMI. Ternyata yang palingb dekat dengan idealismeku adalah FoSSEI . ya, di luar perkiraanku

Aku sangat rindu kalian semua
Dari suatu ketika
Fragmen bersejarah itu satu persatu tercatat
Dan di abadikan oleh sebatang pena dan tinta

Aku sangat rindu kalian semua
Dari dan untuk suatu ketika
Kita bertemu lagi dalam amal peradaban
Menjadi bagian dari amsyarakat pengamal
Tanpa banyak spekulasi
Tanpa banyak memperbincangkan politisi

Aku sangat rindu kalian semua
Dari suatu ketika
Nilai-nilai hatimu telah menyatu
Menjadi tasbih yang sentiasa
Bertasbih dalam Cinta !