Muhammad Natsir, salah seorang muharrik sekaligus ulama teladan yang pernah dimiliki oleh bangsa Indonesia bahkan dikenal di dunia Internasional, pernah menulis dalam salah satu lembar risalahnya tentang wajibnya da’wah dan eksistensinya di tengah ummat manusia. “Kekuatan memelihata kemaslahatan dan stabilitas hidup bermasyarakat di tanamkan dalam dhamir masyarakat itu sendiri”, Dhamir,kata Muhammad Natsir,Dhamir Individu untuk mengendalikan diri,yang berkembang merupakan dhamir masyarakat dan dengan menyuburkan inisiatif serta swadaya masyarakat sendiri untuk membendung dan memberantas kemungkaran demi keselamatan masyarakat sebagai keseluruhan.
Likulli syai’in zinatun fil wara,wa zinatul mar’I tamamul adab. Setiap segala sesuatu mempunyai perhiasan yang indah untuk dipandang, maka, sebaik-baiknya perhiasan manusia adalah kesempurnaan adab. Begitulah mahfuzatnya. Persoalannya adalah bagaimana menciptakan dan menyuburkan inisiatif serta swadaya masyarakat untuk amar ma’ruf nahi munkar demi keselamatan masyarakat luas hingga individu-individu dalam masyarakat tadi mengeri dan memahami kalau mereka memiliki perhiasan yang harus dijaga yang bernama adab.
Dengan jelas Al Qur’an memaparkan perjalanan umat yang lampau dan sebagai alasan terkuat mengapa da’wah harus tetap diguloirkan di tiap zaman. Yang pertama sebagai penyelamat dari azab Allah SWT
Dan (ingatlah) ketika suatu umat di antara mereka berkata: “Mengapa kamu menasehati kaum yang Allah akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?” Mereka menjawab: “Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu580, dan supaya mereka bertakwa. (Al A’raf:164 )

Bahkan bukan tidak mungkin seandainya kita, adalah kalangan shalih namun mengabaikan kewajiban da’wah telah diingatkan oleh Al Qur’an bahwa bukan tidak mungkin tidak akan luput dari bencana yang Allah timpakan.

Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. ( Al Anfaal :25 )

Maka  ini berarti,da’wah lah penyembuh kerusakan moral yang mulai sudah dianggap jamak. Kebenaran dan kebodohan sudah bias. ditambah segelintir minoritas yang mengaku bagian dari ummat muslim berani menggugat uu penodaan agama yang berarti telah merusak pagar dari nilai-nilai kebenaran itu sendiri. Dan saat itulah “kebebasan” tanpa batasan telah menista dan menodai kebebasan sejati itu sendiri.

Yang kedua, karena da’wah adalah jalan menuju ummat yang terbaik

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar217; merekalah orang-orang yang beruntung.
( Ali Imran :104 )
Kebalikan dari kata Al Muflihuun adalah muflis yang berarti orang yang pailit. Dan akar kata muflihuun adalah falaah yang berarti kemenangan. Dengan aktivitas da’wah berarti ada usaha-usaha perbaikan semangat perubahan tak pernah padam dan yakin dengan janji Allah Yang Maha Mengatur