Resapilah kembali ajaran keberanian,kebenaran,dan keadilan.

Karena kau akan dipanggil kembali memimpin bangsa-bangsa

di dunia

(Sir Muhammad Iqbal, Shikwa )

Setahun lamanya, saya telah mengabdikan diri saya di sebuah kawah candradimuka pejuang ekonomi Islam yang kita,dengan akrab menyebutnya sebagai Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam . setahun lamanya pula kita pernah saling sapa dan bertukar pemikiran dan amal tentang hendak kemana perjalanan panjang rekonstruksi bangsa ini dengan nilai-nilai Islam akan menemukan titik peaknya. Dan setahun itu pula saya menyelami belantara pemikiran Islam di hati kawan-kawan seperjuangan semuaanya. Fahamilah dan kerana kita memang faham ada selalu ruangan yang berbeza di antara kita tetapi tiadalah ia menjadi penyebab robohnya ukhuwwah yang telah lama kita bina.Fahamilah, FoSSEI memang berragam kultur dan budaya sehingga tentu ada miskomunikasi dan salah faham di antaranya. Sebagai sebuah pergerakan islam yang mulai membesar, tentulah wajar ada sebuah episode yang dipenhui clash-clash namun especially untuk regional FoSSEI,tempat dimana saya mengabdikan diri,FoSSEI Jadebotabek , ruangan pembelajaran yang teramat indah dan kini dipimpin oleh ArdiasyahSelo Yuda, sahabat saya yang selalu calm down.

Dan pada hari jua, saya telah didaulat untuk maju sebagai kandidat CEO Progres oleh teman-teman I samping tiga kandidat lainnya. Terlepas dari unsure permainan gambling dan politik yang berlaku , seperti yang pernah dikatakan oleh penyair Taufik Ismail, Tidak Ada Jalan Lain, Karena berhenti atau mundur berarti hancur !” mereka yang telah dibina dengan shibgah-shibgah Islam sejatinya merefleksinya hampir kesempurnaan Islam dengan kesempurnaan pribadi pemeluknya. Terlepas dari ketidaksefahaman antara saya dengan sejumlah petinggi FoSSEI , saya anggap kita tak perlu mengulangi sejarah perang shiffin dan jamal. Sejarah kelam dinasti Ummayah dan Abbasiyah tentang teori-teori kekuasaan. Karenakehadiran kita adalah berpangkal pada tiga pokok perjuangan :Afiliasi, Partisipasi dan kontribusi.

Mengapa Saya Perlu Maju

Saya telah banyak menuangkan pemikiran pribadi saya tentang KSEI dan FoSSEI di catatan awal pecan saya yang memang sebagian besar saya tidak publish ke umum. Mengingat kode etik organisasi. Menimbang maslahah yang akan hadir dan mudharat yang akan tiba jika saya publish semuanya di muka umum.

Yang jelas, pada hari ini Progres menghadapi masa yang tidak begitu pesat maju maupun tisdak mundur ke belakang.bisa jua kita katakana sebagai masa stagnasi rekonstruksi. Tema Pemira Progres di masa Mahbubi Ali, Toward To Golden Age Progres , nyatanya tidak banyak yang dihasilkan dari perjalanan rezim Wahid yang akan segera berakhir November ini.

Kedua, Terlepas dari permainan pasar di luar yang meminta pasokan SDM Ekonomi Islam lebih pesat, saat ini adalah bijak kalau kita perhatikan jua kualitas dari produk-produk dan perkembangan yang telah berjalan. Krisis Dubai dan kegagalan bayar Sukuk di Dow Jones dan yang paling teranyar di Dubai dengan mengumumkan kegagalan bayar anak perusahaan BUMN Dubai,Dubai World, adalah sekian dari seribu satu masalah yang dihasilkan oleh tangan-tangan pragmatis dalam menangani keuangan islam global. Sekiranya para pemegang sukuk itu tidak tergiur oleh proyek raksasa pemerintah Uni Emirat Arab untuk menyulap gurun pasir jazirah arab menjadi pusat gemerlap megapolitan,ceritanya takkan mencoreng dunia Ekonomi Islam. Maka, KSEI Lagi-lagi mempunyai peranan tak bias dianggap remeh dalam penyiapan SDM Ekonomi Islam yang militant dan tangguh namun berdedikasi perjuangannya pada Idealisme Islam. Bahkan salah satu misi Progres itu sendiri asdalah menjaga ashalah da’wah perjuangan dan perkembangan Ekonomi Islam yang saat ini tengah menemukan titik “booming”nya

Ketiga, Pemenuhan amanah

Pengembangan atau Ishlah kembali, KSEI Progres dengan dunia luar yang lebih baik dan saling memahami hubungan multibilateral antar KSEI maupun dengan FoSSEI itu sendiri. Tak bisa dipungkiri selama ini ketika saya menjabat sebagai salah satu staff departemen luar negeri selalu masih ada opini yang beredar tentang politik bargaining positions. Salah satu yang ternyara adalah ketika rapat terakhir dengan BPH Progres, masih ada opini yang menggumpal dalam pikiran bahkan ketua KSEInya kalau selama ini sebuah KSEI di Depok yang tengah dalam proses runding untuk program kerja FGD ada opini “Jual Mahal Jual Murah” siapa yang punya brand lebih mempunyai kekuataan untuk mengulur-ngulur waktu perundingan berjalan. Saya sebagai mantan kepala bidang kaderisasi FoSSEI Jadebotabek membantah hal tersebut dan sebuah opini yang sangat tidak sehat dan mengganggu stabilitas KSEI dan FoSSEI. Maka pencalonan saya sebagai kandidat CEO Progres adalah bagian dari pemenuhan amanah untuk menyempurnakan masalah seperti tadi yang selama ini dianggap sepele.

Keempat, Back to Ashalah Progres

Selama saya menjabat sebagai staff departemen luar negeri dan kepala bidang kaderidasi FoSSEI jadebotabek,Progres telah mempunyai nama sebagai KSEINYA Fiqh Muamalah. Branding seperti ini dalam analisasi saya dapat mengimplikasikan dual hal: pertama, stigmatisasi yang narrow of view kampus ekonomi islam sebagai Fiqh Muamala’s School an sich dan yang kedua, malah sebagai Main of Core Competence KSEI Progres dalam hal edukasi Ekonomi Islam di antara KSEI-KSEI Sejabotabek bahkan senusantara. Sejatinya, Progres mempunyai kesempatan untuk pengembangan domain ini dengan program kajian fiqh klasiknya. Namun saying semakin kesini, kesempatan emas itu semakin surut ke belakang dikarenakan salah satunya, ketidakmampuan anggota dan pengurus dalam memahami bahasa Arab. Memang benar selama ini banyak dari mahasiswa tazkia yang berasal dari pesantren namun kenyataanya tidak secara sebanding kemampuan mereka berbahasa arab ditambah dengan suasana apatisme mahasiswa yang mempunyai background dari SMA dengan bahasa arab. Oleh karena itu dalam program kerja saya yang akan diperbaharui adalah esensinya pembelajaran kembali bahasa arab sebagai bahan utama untuk menyerap kekayaan kitab-kitab klasik yang dilirik oleh dunia Internasional.

Kelima ,Empowerment Society and Other KSEI

Pemberdayaan masyarakat luar akan lebih banyak dilibatkan. Mengingat juga gerakan FoSSEI saat ini hampir menginjak “Negara” dalam hal implementasi EkonomIslam lebih luas dan nyata. Bentuknya mungkin bagi Progres bias dimulai dari Kuliah Informal Ekonomi Islam yang dibuka untuk masyarakat umum dengan pelbagai lapisannnya. Era Mahbubi selalu mengedepankan pada kualitas,isi dan idealisme namun sayangnya tidak banyak yang signifikan dari kepemimpinan Wahid. Kunjungan-kunjungan KSEI dari luar disebabkan hanya kerana kesepatan Progres melalui departemen luar negerinya menjalin hubungan informal dengan KSEI-KSEI Sejabotabek bahkan senusantara yang antara lain dengan UNJ,Usakti,Universitas Indonesia,dll. Namun ketrlibatan langsung ketua sangat minim dan hanya merehakan begitu saja kepada deplunya. Oleh karena itu dperlukaj terobosan-terobisan baru dalam meng up grade Progres dengan dunia luar. Hal itu juga bisa dicapai dengan adanya pengurus Progres yang masuk dalam jajaran strategis di FoSSEI regional maupun nasional seperti era Mahbubi yang berhasil mengantarkan seorang Fauzul Azmi Zen sebagai Presnas COCODA FoSSEI

Ala Kulli Hal, demikianlah pernyataan pendaulatan saya sebagai kandidat CEO Progers dibuat dengan sebaik-baiknya yang berdasarkan pengalaman saya di departemen luar negeri dan di keFoSSEIan.

Demi Allah, Bangsa dan Almamater

Wily Mardian

S0711099