Ustadz Badiuzzaman Said Nursi

July 13th, 2008

Itu karena Bediuzzaman Said Nursi…..

1877-1960 Masehi

Bediuzzaman (Keajaiban Zaman) Said Nursi
adalah seorang ulama sekaligus pejuang/pahlawan yang berasal dari
Turki. Hidup pada zaman perang dunia pertama dan kedua, beliau gigih
mempertahankan Turki dari gempuran penjajah, baik Rusia maupun Inggris
yang saat itu ingin merongrong Kekhalifahan Turki Ustmaniyah. Selain
perjuangan di medan perang, perjuangan beliau yang tidak kalah penting
adalah perjuangan dakwahnya dalam mempertahankan keimanan dan keislaman
masyarakat Turki (pada khususnya) dan seluruh umat Islam (pada umumnya)
dari serangan materialisme, filsafat-filsafat sesat, komunisme dan
sekularisme. Beliau secara totalitas mendermakan seluruh hidupnya untuk
kemaslahatan serta menjaga keimanan umat. Meski beberapa kali
ditangkap, dipenjara, dan hidup dalam pengasingan maupun kamp
penyiksaan, beliau tetap konsisten untuk berdakwah, meski dengan sarana
dan prasarana yang amat terbatas. Sobekan-sobekan kertas yang beliau
dapatkan selama dalam penahanan penjara, dengan alat tulis sekedarnya,
namun dengan pikiran cemerlang dan hati yang ikhlas akhirnya mampu
menjadi harcopy bagi ide cemerlangnya yang nanti dikenal dengan nama
kitab ”Risallah an Nur”. Buku setebal sekitar 6000 halaman ini adalah
sebuah karya yang begitu berharga bagi umat Islam, yang dengannya
banyak umat Muslim mendapat hidayah atas kebenaran Islam dan juga
menjadi memperkokoh iman mereka. Risallah an Nur memancarkan cahaya Al
Quran dan Hadist.

Yang
begitu saya suka dari Said Nursi adalah metode beliau dalam menjelaskan
konsep-konsep keimanan dan keislaman memakai pendekatan analogi dan
logika, sehingga orang-orang mampu memahami konsep-konsep keimanan dan
keislaman dengan pemahan yang kuat. Beliau juga memakai dalil-dalil
ilmu pengetahuan untuk mendukung pemahaman kita terhadap ajaran Islam
tersebut, karena menurut beliau, agama maupun ilmu pengetahuan,
kedua-duanya, adalah sama-sama berasal dari sumber kebijakan yang sama:
Al Haq, ALLAH swt., sehingga pastinya akan saling mendukung dan
sebaliknya, mustahil untuk saling bertentangan atau meruntuhkan.
Kesukaan saya dengan Said Nursi yang lain adalah terhadap keikhlasan
beliau dalam mendermakan seluruh hidup dan apa pun yang beliau miliki
untuk dakwah Islam dan penjagaan keimanan umat Islam. Beliau berjuang
sekuat tenaga dan pikiran untuk menjaga keimanan umat sehingga aman
dari serangan atheisme, filsafat kotor, komunisme, dan sekularisme,
yang merongrong.

Harapan
saya, sebenarnya, adalah bahwa kita tidak cukup hanya sebatas mengenal
perjuangna beliau atau menghormatinya, tapi akan lebih baik lagi jika
kita bisa meniru amalnya dalam dakwah Islam, dan tentunya melanjutkan
perjuangan beliau. Insya ALLAH.

Sebagai
penutup, berikut saya tuliskan kata-kata beliau yang melukiskan betapa
Said Nursi begitu perhatian kepada kemaslahatan umat Islam:

Said Nursi: ”Saya
bisa menanggung penderitaan saya sendiri, tetapi penderitaan akibat
bencana yang menyeret agama dan umat Islam telah meghimpi saya. Setiap
pukulan ke dunia Islam terasa terlebih dahulu menghujam ke hati saya. Itulah mengapa saya terguncang.”

Said Nursi:
Seumur hidup saya lebih dari 80 tahun ini, saya belum pernah mengenyam
kesenangan duniawi. Hidup saya berlalu di medan perang, penjara , atau
tempat-tempat penderitaan lainnya. …Tidak ada siksaan yang belum pernah
saya tanggung, dan tidak ada penindasan yang belum pernah saya rasakan.
Saya tidak lagi peduli dengan Surga dan tidak takut pada Neraka. Asalkan
keimanan negara saya (umat Islam, penulis) aman, dibakar di neraka pun
saya tidak peduli. Sebab, meskipun tubuh saya terbakar, hati saya
seakan-akan berada di taman mawar

from blognya ardiansyah selo yudha