Kronologi Kasus Bank Century

Kronologi Persoalan dan Penyelamatan Bank Century

Tanggal: 29 Oktober 2009
Sumber: http://www.infobank news.com


Hingga kini, meski Bank Century telah berganti nama menjadi Mutiara Bank, kasus ini masih terus bergulir. Bahkan, hak angket tengah dipersiapkan DPR untuk menguak kasus ini. Berikut kronologi kasus Bank Century yang di data oleh Biro Riset Infobank.

2003

Bank CIC diketahui didera masalah yang diindikasikan dengan adanya surat-surat berharga valutas asing sekitar Rp2 triliun, yang tidak memiliki peringkat, berjangka panjang, berbunga rendah, dan sulit di jual. BI menyarankan merger untuk mengatasi ketidakberesan bank ini.

 

2004

Bank CIC merger bersama Bank Danpac dan bank Pikko yang kemudian berganti nama menjadi Bank Century. Surat-surat berharga valas terus bercokol di neraca bank hasil merger ini. BI menginstruksikan untuk di jual, tapi tidak dilakukan pemegang saham. Pemegang saham membuat perjanjian untuk menjadi surat-surat berharga ini dengan deposito di Bank Dresdner, Swiss, yang belakangan ternyata sulit ditagih.

 

2005
BI mendeteksi surat-surat berharga valas di Ban Century sebesar US$210 juta.

 

30 Oktober dan 3 November 2008
Sebanyak US$56 juta surat-surat berharga valas jatuh tempo dan gagal bayar. Bank Century kesulitan likuiditas. Posisi CAR Bank Century per 31 Oktober minus 3,53%.

 

13 November 2008
Bank Century gagal kliring karena gagal menyediakan dana (prefund)

 

17 November 2008

Antaboga Delta Sekuritas yang dimilik Robert Tantutar mulai default membayar kewajiban atas produk discreationary fund yang di jual Bank Century sejak akhir 2007.

 

20 November 2008

BI Mengirim surat kepada Menteri Keuangan yang menentapkan Bank Century sebagai bank gagal yang berdampak sistemik dan mengusulkan langkah penyelamatan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Di hari yang sama, Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) yang beranggotakan BI, Menteri Keuangan, dan LPS, melakukan rapat.

 

21 November 2008

Ban Century diambil alih LPS berdasarkan keputusan KKSK dengan surat Nomor 04.KKSK.03/2008. Robert Tantular, salah satu pemegang saham Bank Century, bersama tujuh pengurus lainnya di cekal. Pemilik lain, Rafat Ali Rizvi dan Hesham Al-Warraq menghinglang.

 

23 November 2008

LPS memutuskan memberikan dana talangan senilai Rp2,78 triliun untuk mendongkrak CAR menjadi 10%.

 

5 Desember 2008

LPS menyuntikkan dana Rp2,2 triliun agar Bank Century memenuhi tingkat kesehatan bank.

 

9 Desember 2008

Bank Century mulai menghadapi tuntutan ribuan investor Antaboga atas penggelapan dana investasi senilai Rp1,38 triliun yang mengalir ke Robert Tantular.

 

31 Desember 2008

Bank Century mencatat kerugian Rp7,8 triliun pada 2008. Aset-nya tergerus menjadi Rp5,58 triliun dari Rp14,26 triliun pada 2007.

 

3 Februari 2009

LPS menyuntikkan dana Rp1,5 triliun.

 

11 Mei 2009

Bank Century keluar dari pengawasan khusus BI.

 

3 Juli 2009

Parlemen mulai menggugat karena biaya penyelamatan Bank Century terlalu besar.

 

21 Juli 2009

LPS menyuntikkan dana Rp630 miliar.

 

18 Agustus 2009

Robert Tantular dituntut delapan tahun penjara dan denda Rp50 miliar subsider lima bulan kurungan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Sebelumnya pada 15 Agustus, manajemen Bank Century menggugatnya sebesar Rp2,2 triliun.

 

3 September 2009

Kepala Kepolisian Republik Indonesia menyampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat agar terus mengejar aset Robert Tantular sebesar US$19,25 juta, serta Hesham Al-Warraq dan Rafat Ali Rizvi sebesar US$1,64 miliar.

 

10 September 2009

Robert Tantular divonis 4 tahun penjara dan dengan Rp50 miliar.

Sumber: Biro Riset Infobank

Iklan

13 pemikiran pada “Kronologi Kasus Bank Century

  1. Bangsa kita masih sangat bodoh! dan mudah di cipoain(di boongin) bangsa China. Mengapa bs kita masih percaya pd bs china yg telah sengaja menghancurkan perekonomian Indonesia dr semenjak lengsernya Pak Harto sampai sekarang. mengapa? karena bs china sudah mengenal kartu/kelemahan kita yakni dengan di SUAP!
    Sampai Q-yamatpun Rakyat Indonesia tidak akan makmur dan sejahtera, selama Pemimpin dan Pemerintah masih terus memberikan memberikan supportnya kepada bs yg licik dan culas.
    Masih segar dalam ingat kita, kasus BLBI dimana 99% uang Negara di keruk oleh orang China untuk membangun perekonomian di kampung leluhurnya.
    Dan pd Th. 1999 perekonomian negeri Tirai Bambu naik cukup melejit dengan sekonyong-konyong menjadi sebuah Negara Industri. Sementara Bs Indonesia, Rakyat kita menjerit, menangis dalam krisis.
    Maka dari itu saya menghimbau, berharap kepada Pemimpin2 Negeri ini khususnya Pemerintah supaya jangan mudah di tipudaya oleh Bs China yg jelas2 merusak tatanan perekonomian Bs Indonesia yg telah susah payah di bangun oleh para leluhur kita dg sistem gotong-royong (Koperasi.
    Keledai saja tidak mau terjebur dalam lubang yg sama, apalagi kita sebagai manusia yg diberi akal-budi, hati dan rasa masak gamapang di cipoain.
    Malaysia mustinya bisa di buat contoh, semnjak Mahattir M.memimp. Malaysia Bs Melayu yg sebelumnya sebagai Bs kuli, buruh dan pelayan oleh orang2 china, dg kepimpinan beliau, Mahattir membangun system ekonomi yg berbasis Pribumi dg di Bangunnya BANK BUMIPUTERA yg pada akhirnya sekarang dapat kita lihat, Bs Melayu Malaysia menjadi Bs. yg kaya dan sukses, jika bekerja di perusahaan minimal ia sebagai mandor(Supervisi).
    Sementara rakyat/Bs Indonesia sebagai Bs. Pribumi tapi mengapa mereka menjadi BABU dan KULI di Negerinya sendiri, malah Bs. pendatang (Orang China) menjadi Pemenang (pemegang ekonomi) padahal mereka sama sekali bukan Bs. Indonesia yg notabene hanya sebagai Bs. yg nebeng semenjak kita di jajah Belanda sampai merdeka.
    Dan saya tidak yakin jika mereka mempunyai rasa Nasioanalisme sbg bgs Indonesia, mengapa? coba kita Test pd pegusaha2 China suruh mereka nyebutin Sila dari pada Pancasila atau suruh mereka menyanyikan lagu Indonesia Raya, saya berani taruhan potong leher pasti mereka tidak bakal bisa, karena mereka tidak merasa Bs Indonesia.
    Coba anda sekarang tengok saat ini di Glodok Mgg dua sebuah gapura terpampang dg jelas menggunakan simbol Naga, bahasanya sudah bahasa Cung Kwo, lagunya mandarin, makanannya seafood, mobilnya BMW, rumahnya GARDEN HOUSE Pluit dan banyak lagi kenikmatan2 yg mereka rasakan padahal berangkat dg modal kolor sy ambil istilahnya.
    Perjuangan dan pergerakan leluhur kita saya anggap sia-sia, karena sampai detik ini rakyat Indonesia masih banyak hidup dlm garis kemelaratan bukan kemiskinan lagi.
    Jika kita cari benang merahnya siapakah yg salah?
    kalau menurut saya ada 3 komponen Bs kita salah dan buta dalam menyikapi masalah ini.
    1. Pemimpin Negara
    2. Aparatur di Pemerintahan
    3. Bangsa Indonesia sendiri
    Saya yakin masalah ini ibarat gunung merapi yg suatu saat pasti akan meledak jika pemimp.dan aparat Pemerintah dari jajaran Presiden sampai kelurahan tidak segera mengantisipasi dan cari solusinya dengan cermat dan tepat, saya kuatir
    ramalan Ki Ronggo Warsito menjadi kenyataan yakni:
    Wong Jowo kari separo lan Wong Cino kari sejodo artinya : Orang Jawa tinggal separo dan orang China tinggal sejodoh.

    • yang pertama, terima kasih untuk Willy Wardian. jujur saya kurang mengikuti kasus Bank Century, jadi tulisan Anda sangat membantu saya.

      Untuk Kyai SEBERANG LOR :

      mengapa Anda sangat sinis dengan bangsa Cina?
      saya rasa ada fallacy of composition di sini. karena tidak semua bangsa Cina bersikap seperti yang Anda paparkan.
      Sekarang ini globalisasi sudah tidak dapat dihindari, dan pastinya akan banyak orang asing yang masuk ke Indonesia.
      sikap resisten terhadap globalisasi seperti yang Anda tunjukkan justru hanya dapat membawa Indonesia menuju keterpurukan yang lebih parah.
      daripada jika meributkan sikap buruk sebagian bangsa Cina yang menetap di Indonesia, akan lebih baik jika kita fokus pada usaha diri sendiri untuk membawa Indonesia ke arah yang lebih baik. Dan lagi, yang menjadi masalah penting di Indonesia ini justru rendahnya mentalitas bangsa sendiri.

      Terima kasih.

      • maaf mbak, bukan saya yang menulis ini tetapi saya dapat dari Majalah InfoBank Online…Infobank juga rajin mengirim up datenya ke beberapa milist. saya lihat vdari perspekstif saya, memang kasus Century sangat ribet dan kental nuansa politiknya tetapi saya lebih suka mengkaitkan ini sebagai salah satu model terbaru Fraud dan embbazlement yang sangat parah dan akut. saya memang setuju tidak semua orang China buruk yah memang ada segelintir tetapi tidak lantas semua orang China buruk karena saya pun punya sahabat China Muslim yang kuliah di UPI YAI dan lainnya. saya sadar benar mengapa ada dua orang disini sangat tersinggung, memang SARA adalah salah satu perkara yang menimbulkan potensi luar biasa di negeri kita dan terlepas dari pelakunya dari apa, Fraud dan Embazzlement bisa menimpa dan dilakukan siapa saja yang mempunyai akhlak yang buruk. Masih ingatkan kasus Sarijaya Sekurity ?? apakah pelakunya orang China juga ??? so we can live together tanpa menyingkirkan satu sama lainya

        Syukran Katsiran

  2. Komen Diatas itu nggonggong aja. Bacotmu bebusa ntar.!
    Jgn nghina org brdsarkan SARA.
    Begok loe? Otakmu disekolain gag?
    Guru PPKNmu pasti cuma onani dpan kelas ya mkanya km begok gini.

    • maaf pak, akan lebih baik kalau bapak pun menanggapi komen sebelumnya dengan cara yang sopan dan pantas.

      kalau dalam Islam, Jadilhum Billati Hiya Ahsan, balaslah dengan cara yang baik dalam memberikan argumen

  3. sebelumnya terima kasih karena tulisan anda sangat membantu saya untuk tugas kuliah..

    saya setuju dengan balasan saudara willy yang terakhir. semarah apapun kita, sangat tidak pantas jika kita mengeluarkan kata2 yang sangat menyakitkan orang lain. karena dengan cara seperti itu, sama saja kita tidak menghormati diri kita sendiri, scr tdk langsung membangun citra buruk untuk kita sendiri.

    terus terang saya juga WNI keturunan. awalnya saya juga kaget dan marah membaca tulisan di atas yang begitu memojokkan bs cina. tetapi saya tidak akan menggunakan kemarahan saya dengan cara yang tidak terpuji. bukankah itu akan menambah citra buruk bs cina?

    saya juga sangat tidak setuju apabila semua orang keturunan dianggap sama seperti itu. tidak hanya bs cina, semua orang di dunia ini pun, walaupun sebangsa, serumpun, seagama, bahkan sekeluarga pun, pasti memiliki watak dan sifat yang berbeda satu sama lain. ada yang akhlaknya lebih mulia daripada yang lain. ini memang hukum alam. bukan sesuatu yang bs diubah dengan mudah seperti membalikkan telapak tangan. yang paling bisa merubah adalah diri kita sendiri. sebesar apa kita mau belajar menjadi lebih baik di setiap saat. hidup itu proses. semua feomena yang terjadi juga merupakan proses pembelajaran. pembelajaran itu tidak akan berhenti sampai akhir hayat. jadi, janganlah kita lelah untuk belajar dalam segala hal. terutama pelajaran hidup.

    mungkin tulisan saya ini sedikit mewakili pandangan hidup leluhur saya. terima kasih.

    • terima kasih mbak, atas pandangannya. secara realistis di Indonesia kita tak mungkin untuk tak berhubungan bahkan dengan etnis china sekalipun.. hal yang terbaik yang bisa lakukan adalah salaing mengerti dan memahami adanya perbedaan budaya, bahkan agama. walaupun banyak kritik dari kita pribumi tentang bangsa china, di satu sisi, temen-temen dari etnik china pun bisa memahami kesalahan pernah ada yang dilakukan sehingga ada sebagian orang yang sampai detrik ini tidak senang dengan etnik china. intinya sama-sama mengevalusasi dengan perkataan dan perbuatan kita yang pernah terjadi.

      terakhir, terima kasih atas kunjungannya

  4. sekedar menambahkan.. dulu, ketika leluhur kami baru menginjak indonesia saat penjajahan belanda, mereka mau bekarja apapun untuk bertahan hidup. menjadi kuli dengan bayaran yang sangat kecil pun mereka bersedia tanpa ada tuntutan apapun. kehidupan di indonesia juga dimuali dari penderitaan yag luar biasa. tetapi inilah etos kerja meraka. jadi janganlah selalu menganggap bs cina merebut lapangan pekerjaan dari masy pribumi. sampai sekarang pun juga masih banyak orang cina yang hidup di bawah garis kemiskinan. mereka juga tinggal di rumah kumuh yang tidak layak untuk ditinggali. jadi, marilah kita saling menghargai satu sama lain. mencari kambing hitam untuk dipersalahkan bukanlah jalan keluar untuk sebuah masalah.

    Terima kasih

  5. mas, tapi kok saya malah curiga dengan pihak BI, yang terus-terusan menyuntik century padahal sudah di gugat oleh parlemen?
    apakah ada ghotong royong negatif antara wong’e century sama wong’e BI?

    • hahahaha makanya yang setiap orang BI yang paling aktif di luar pun bakalan bilang analisa saya nanti subjektif

      karena BI punya Kredo dan setiap Bank Sentral di seluruh dunia punya kredo “Too Risk, Too Huge Too Fail ” padahal berapa assetnya Bank Century itu ?? padahal Presiden kita saat tahun 2008 mengatakan Fundamental Ekonomi Indonesia kuat namun mengapa Bu Sri mengatakan saat itu tengah krisis ?? terlalu banyak pertanyaan dan terlalu banyak celahnya yang bisa di kuak but unfortunately, Political Will is needed. But How Long Political Will Can Go ???

  6. kalau gua mah nggak mau repot2 dunia ini penuh sandiwara mana yang benar tanya aja ama nenek moyangmu atau ortu. Bagaimana kie2 ini bisa percaya sama yg namanya capital of capital. Dari sebelum ada negara maupun sudah ada negara nasib kie2 ini mah kagak berubah hy desah dan keluh aja yang sering hadir, tp kalau yg namanya rejeki mah sering pergi.Tapi nih khususnya untuk etnis cina di Indonesia memang harus mawas diri, byk mendapatkan fasilitas mewah dibanding kie2 ini yg pribumi. Aku sgt tdk setuju kalau cina yg ada di Indonesia kerja keras mana buktinya, cina di Indonesia lebih banyak yg jadi bos daripada jadi pekerja yg keras. Kebiasaan suka ngibulin yg diturunkan ke anak turunnya maupun genk2 nya tidak pernah surut dari peredaran dimuka bumi bahkan dari zaman ke zaman selalu menikmati fasilitas-fasilitas mewah. Coba lihat, ketika Belanda masuk di Indonesia Cina sebagai perantara pribumi, apa ngak enak tho ?, sekarang bisa dilihat napi cina nasibnya lebih beruntung daripada seorang S1 di Indonesia, contohnya Artalitha, hidup mewah di LAPAS, belum lagi Bank Century dgn 6,7 Trilyun.Wah memang enak bener jadi Cina di Indonesia, kalau disuruh balik ke negeri Cina barangkali nasibnya cuma jadi kuli atau penjahat yg divonis dengan hukuman mati, soalnya suka nyusahin orang. Bah pokoknya bikin susah aja si cina itu daripada menolong orang. Mereka pikir Indonesia ini punya nenek moyangnya. Lihat aja di Mol-mol itu siapa yang paling banyak menikmati kalau bukan Cina ? Fasilitas-fasilitas modern juga CIna lagi yang banyak menikmati. Tapi yg lebih berbau lagi kerjaan cina ini suka bikin kotoran dan sampah. Karena program kerjanya cuma bikin kotoran dan sampah, maka ujung-ujungnya juga cuma kotoran dan sampah. Terus baiknya lagi nih pribumi2 nya mau aja disuruh bersihin…ah memang udah nasib nya kalik. Dari dulu sampai sekarang ama aja. Coba lu tengok di kasus Century itu si cina Robert Tantular cuma ngambil uang negara dengan proposal yang canggih kmd membagi-bagikan uang tersebut seenak udelnya dgn orang-orang dekatnya , giliran ketahuan sama Polisi dan Parlemen beralasan uangnya mah udah dibagikan kpd pejabat2 petinggi di Indonesia, yg katanya untuk kampanye lah, bikin bendera, bikin baleho atau yg sejenisnya. endingnya cuci tangan kayak ceritera di Alkitab thu, wah elmunya memang tinggi benar dan pekerja keras. tapi hy ahli membuat kebusukan di negeri orang.Makanya thu inget-inget nih pesan dari orang yg tdk pantas , kasih prioritas pada pribumi jgn asal suka sama orang dan tidak punya ukuran yg baku. Keterpurukan Indonesia ini adalah tidak lepas daripada pekerjaan manusia jail yang hanya memetingkan dirinya sendiri dan hidupnya penuh dengan kecemburan yg membabi buta. Makan sana thu duit negara sepuas yang kau mau untuk anak dan keturunanmu.

    • koq jadi China yang kena … Fi Indunisiya Shiniyuun Fi Kulli Makan Om

      dah berabad2 orang China hidup bersama pribumi bangsa Indonesia… dan jelas ga pisa dipukul rata tiap Chinesse seperti yang anda katakan. saya bukan Chinesse tetapi sebagai warga NKRI merasa ada yang janggal kalau kasusnya tentang Century, etnik china yang disalahkan

      capejk dech

  7. sblmny saya mgcpkn trmksih atas adanya tulisan ini, sgt membantu.

    menanggapi tulisan2 sblmnya, dari kasus bank century hingga SARA. .bukankah yg masalah utamanya disini adalah bank century? .tak masalah siapa dan darimana pelakunya, yg penting adalah bagaimana hukum bisa berlaku dengan adil dan transparansi atas masalah ini jelas serta masalah ini dapat terselesaikan dengan tuntas. Mengingat masalah ini semakin kompleks dan bahkan melibatkan aparat yg berwajib bahkan dr kalangan pemerintah, tentunya kita perlu mengamati lbh mendalam sbg bntuk kepedulian WN yg mmerankan fungsi pengawasan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s