1. Jangan biarkan pesan-pesan mulia Islam dalam berekonomi hanya sekedar pesan yang hanya bermakna pada mimpi, harapan atau obsesi. Jangan biarkan teori-teorinya hanya menjadi fenomena-fenomena cerita tanpa realita. Mari wujudkan pesan-pesan mulia itu menjadi fakta yang benar-benar nyata. Kita jadikan teori-teori menjadi realita berupa data-data. Mudah saja untuk memulai, latih hati untuk semakin peka dengan keadaan sekitar kita dan kemudian perbanyak infak juga sedekah. Biasakan diri hanya berorientasi pada kebutuhan saja, karena kelebihan berapapun harta kita, ternyata mampu membuat orang lain tersenyum dalam hidupnya, atau sekedar menahan mereka untuk tidak mencuri barang satu malam untuk sesuap nasi bagi anak-anaknya.

  1. Berdampaklah pada sekeliling kita. Pesan Nabi adalah menjadi sebaik-baik manusia yaitu manusia yang paling bermanfaat bagi manusia lain, oleh sebab itu berdampaklah diri kita bagi manusia lain sebanyak yang kita mampu. Mudahkanlah urusan manusia lain, bantu masalah mereka, bantu dengan waktu, fikiran, tenaga dan harta yang kita punya.
  2. Berhitunglah mulai saat ini, sebanyak apa harta yang sudah kita telan untuk kita nikmati sendiri dan sebanyak apa harta yang sudah kita sisihkan untuk mereka yang membutuhkan. Bandingkanlah, berapa infakmu hari ini dengan belanja cemilanmu pagi tadi. Bandingkanlah, berapa sedekahmu tahun lalu dengan tambahan tabunganmu setiap bulan.
  3. Bersungguh-sungguhlah untuk menjadikan diri kita menjadi manusia yang shaleh, karena Nabi juga pernah berpesan, sebaik-baiknya harta adalah harta yang ada di tangan orang-orang shaleh. Kesungguhan ini tentu akan sangat indah jika ia diiringi dengan semangat tinggi mencari harta yang konsisten dengan orientasi memberikan kemanfaatan bagi orang lain.
  4. Mari ajak diri kita, orang lain atau siapa saja untuk menjadi lebih baik dengan hartanya. Dengan harta, kita dan banyak orang terhalangi dari kehinaan, sehingga dengan harta, kita usahakan neraka lebih kecil gejolak apinya, karena bahan bakar yang berasal dari manusia sudah kita kurangi dengan dakwah.

Ini pesan khusus untuk diri saya dan umumnya bagi anda, baiknya yang tengah semangat dalam kerja-kerja nafkah maupun yang sedang bingung dengan harta lebih yang anda punya.

courtesy :Blognya Pak Ali Sakti