Tag

Membaca Sejarah Kita

Adakah bangga dirasa ??

Kala sengat zaman nan garang

Pilukan ujung sembilu yang berang

Seakan hendak melawan tiran

Dari ujung pena

Dari goresan tinta

Dari jilid buku

Manusia bersyahadah pada Peradaban

Tapi ada yang inferior

Menatap Petronas begitu superior

Dari pojok kota yang kotor

Bersambung ke Eropa dan Yunanni

Ternyata Terkerdilkan oleh Syahwat Sendiri

Maka, Membaca takdir kita

Adakah takjub dirasa ??

Kala peta politik telah berubah

Dimensi geografis semakin tak tentu arah

Dan sandi peradaban bersyadahah

Kelancangan manusia sebagai arsiteknya

Itulah Budi pekerti tertinggi

Tak rendahkan manusia barang seujung jari

Tak agungkan Tiran walau sehelai rambutnya kemisik kasturi

Sejumput asa di pancang

Sebongkah dusta dibuang

Musafir ilmu enggan lelah mencari

Propaganda Tiran hantui massa

Tapi ia berfikir pasal cita-cita

Sistem Riba melaratkan bangsa

Tapi ia berceloteh tentang logika keberkahan

Skenario Politik Tiran tololkan bangsa

Malah coretannya berbicara tentang Keadilan dan Kemanusiaan

Maka itulah pelik dan rumitnya

Dan dari kemanusian tuk Peradaban

Bermula dari kemauan

Bogor