Kalau pada edisi kemarin secara gamblang telah kita bicarakan jejak keagungan yang mewarisi dari tradisi keilmuan Islam yang begitu pesat pada masanya , lalu Akuntansi adalah salah satu dari sekian banyak displin ilmu yang hadir dan menunjang keberlangsungan ekonomi dan keuangan pemerintahan islam.

Maka ia sendiri pun menyimpan falsafah demi falsafah yang memberikan landasan sekaligus sederet jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang berkejaran mencoba menguak rahasia lain dari sekian urutan atau pencatatan transaksi demi transaksi perdagangan atau bahkan audit terhadap harta kekayaan pemerintahan ataupun perusahaan

Seperti halnya yang ditegaskan oleh Prof.Dr Umar Abdullah Zaid bahwasanya dalam Akuntansi dipahami oleh banyak orang , sekedar mencakup masalah perdagangan ,industri, keuangan, manajemen, pertanian ,pemerintahan dan lain-lain.Namun lagi-lagi salah satu elemen penting darti falsafah Akuntansi syariah adalah refleksi atas hasil yang telah dicapai oleh peran manusia dalam kekhalifahan di muka bumi

Dibalik sekian panjang perncatatan transaksi – transaksi dari mulai daftrarul yaumiyah atau jurnal umum hingga mengeluarkan sebuah laporan keuangan yang selanjutnya akan jadi bahan pertimbangan penting bagi para stakeholder maka ia bukan sebuah amanah yang dapat dipandang sebelah mata oleh seorang akuntan muslim.Cukuplah kasus yang menimpa beberapa perusahaan besar dari Amerika , jumlah angka-angka yang melambangkan laba bersih perusahaan runtuh seketika serta menyiratkan manipulasi tuk mengubur kehancuran yang sebenarnya hanya semenit dapat diganjal .

Pada dimensi spritual , sebuah laporan keuangan tak saja dapat sebatas pertanggungjawaban pada stakeholder terutama para investor namun juga pertanggungjawaban yang disana tak lagi sekecil apapun manipulasi berlaku serta mengelabui pandangan Allah Ta’ala yang Maha Mengawasi .Kerana Akuntansi yang telah dikenal lama oleh dunia islam sejak lama bermakna ”hasaba” ”hisabat”,”hisaba” yang semua menurut Dr Husein Syahatah berarti menimbang , mendatanya ,menyusunnya, lalu mengkalkulasikannya .

Sedang apa yang akan terjadi bila tanpa diiringi oleh sikap ”yakhofuuna yauman tataqalabu fiihil qulubu wal abshar “ ataukah yang akan melahirkan sikap yang arogan sesumbar berkata “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa”, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.”(Qs 45:24) maka jangan heran apalagi shock berat saat menyaksikan mengapa sebuah perusahaan besar like enron, xerox dll berending “ su’ul khatimah” .Namun bukan berarti monopoli perusahaan yang memang dari lahir hingga menua berbasis pemikiran kapitalist ala barat menuai bad ending hal yang sama selalu berpeluang tak kalah besar menjerumuskan perusahaan yang telah dilabeli “syariah” bila antara label dan content sama-sama berjiwa,berlandaskan,berpikiran,dan bergerak di atas bangkai busuk materialisme .

Inilah Zamannya dan inilah tantanganya namun dimanakah yang sanggup menerjangnya . Ketika pada dekade ini ummat islam telah cukup menarik nafas lega dengan adanya alternatif menjauhkan diri dari sekat sekat dan jerat nafas ribawiyah melalui Akuntansi shariah , tools penting sederet perusahaan dan perbankan yang mendedikasikan sebagai lembaga keuangan syariah . maka beberapa poin falsafah spritual seperti legitimasi muamalah , entitas rabbani dll yang ditegaskan oleh Prof Dr Umar Abdullah Ziad dan nilai seperti ihsan ,amanah , siddiq , cerdas, dan tabligh atau menyampaikan seperti yang terangkum dalam konsep ESQ 165 .Selayaknya bak ibarat batu pijakan tiap akuntan muslim yang berjihad di atas jalan panjang da’wah ini .

Dan semua Falsafah spritual Akuntansi Shariah bermula dari kejernihan iman lalu dari sana ia mempu menyalakan akal .Kolaborasi keduanya plus gelora nurani dan ketajaman mata hati ,secara utuh melahirkan insan yang tak dilalaikan oleh jual beli dari Rabbnya Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui kemudian ia mendirikan shalat sebagai sandaran yang istirahatnya terlepas sudah berbongkah-bongkah lelah dan gelisah ,maka zakat pun tak lupu ia tunaikan sebagai bentuk ibadah yang mensucikan poko kehidupan dengan elegan dan menyuburkan ikatan sosial pada sesama .

Tinggal kini ia berdebar penuh keringat seraya berharap seberapa beratkah timbangan baginya di hari pengadilan nanti dan dari sebelah manakah ia menerima kitab sebuah kitab berisi catatan segala gerak-geriknya ,mulai dari bangun tifur hingga ia menghembuskan nafas terakhir …….Penuh estetika ,elegan dan agung .

“Itulah yang diperbuat keimanan .Membuka mata dan hati ,menumbuhkan kepekaan .Menyirat kejelitaan ,keserasian, dan kesempurnaan, …..Iman adalah persepsi baru terhadap alam ,apresiasi baru terhadap keindahan , dan kehidupan di muka bumi , di atas pentas ciptaan Allah , sepanjang siang dan malam “ ( Sayyid Quthb )

*Nama pena dari seorang Mahasiswa STEI Tazkia ,Angkatan 7