Tag

Memandang Jauh ke Depan Harapan adalah jawaban terindah saat gagal karena sebenarnya kegagalan mengajarkan kita bahwa jalan yang kita tempuh adalah salah.(suara bijak)

Kawan ..tak ada yang lebih berguna di atas segala kesulitan yang mendera selain kian menyandarkan kepercayaan dan kemampuan hanya pada Yang Maha Memberikan Kekuatan tak terhingga dan taia suatu apapun dapat menimpa selain dari kehendakNya yang telah tertulis dan ditetapkan dalam Lauhul Mahfuz. Ini perkara yang setidaknya membangunkan kita dari kelalaian sebenarnya di tiap jengkal kehidupan bernafaskan persaingan dan arogansi.maka tidak salahnya tulisan pendek ini mencoba kembali mengangkat garis merah , ada apa dibalik kegagalan dan harapan yang terkadang berjalan berurutan dan seiya sekata .

Antara jasad yang berkeringat lelah dan dihadapkan pada serangkaian realita yang berbanding terbalik dengan setumpuk harapan dan gagasan ideal .Gagasan Ideal tentang cita-cita masa depan yang terlukis cemerlang , gagasan utuh tentang harapan murni jasa bakti teruntuk kedua orang tua yang disayangi atau setumpuk cita-cita yang lebih muliah dan agung di atas itu semua .

Dari kedua jalur yang bernama realita , realita yang terkadang menjebak pejuang sejati terpenjara dalam pandangan dan sejumlah prisnsip yang pragmatis .Atau garis lain yang penuh dengan warna-warna idealisme yang sama halnya dengan garis pertama , meniduri dan meninabobokan dengan ide terlampau khayali atau bahasa simplenya “ muluk-muluk”. Disinilah Optimisme harus bermain dengan cantik . Mengatur ruang-ruang kecil yang belum tersisa dan menarik nafas jeda di antara perjuangan dan harapan , dan menghitung ulang langkah-langkah yang telah berjalan .

Sejatinya Optimisme merupakan lebih dari sekedar bergilirnya etape nafas manusia yang telah menjelma rutinitas . Ada saat ghirah bergolak kencang dan ada pula berjalan terengah-engah bahkan berhneti seketika. Namun ia adalah nyawa yang kan terjaga dalam dada tiap pemuda yang mencintai bangsa dan negaranya, seiring terjaganya denyut keimanan pada Allah Ta’ala dan ketaatan jiwa mendekat pada Sunnah RasulNya .

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al Baqarah:45)

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[1394] dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,(Al Fath:4)

Optimisme yang kan berkobar dan tersadar dari pertanyaan besar , mengapa ia harus berjuang dan berkorban untuk mendapatkan hal tersebut ? dan untuk siapa ia berjuang dan apa hasil perjuangannya ? aakah telah diridhai oleh Allah dan bermanfaat untuk orang banyak ? adakah ia menjelma pelopor kebaikan atau malah menjadi pionir-pionir kebathilan

“Tebarkan Benih , tanam yang ada di tanganmu …………!”( Amr Khalid )