Tag

Alhamdulillah …

cuman itu lah kata yang simple namun dalam untuk mengekpresikkan cinta yang lama bersemayam dalam relung nurani ini , setelah sekian lama tidak kembali menulis baik menulis secara manual di buku harian gue ataupun di blog gue yang baru aja dirilis ini ada banyak pengalaman sepanjang jalan yang kadang terlalu sulit diungkapkan melalui lisan ,ada terlalu banyak momen-momen indah di luar sana yang sepantasnya terekam dengan eksklusif dan berharga dalam untaian kata-kata yang tentu selalu indah dipandang mata dan sedap di tengah taman nurani bila diikat dengan ikatan syukur dan sabar

Alhamdulillah

ga cuman terbatas pada ungkapan penghias khutbah atau sekedar ucapan terimakasih pada Rabb kerana hari yang dijalani lebih dari sekedar cukup namun ia berkeluh kesah bila rejekinya seret dan pelbagai ujian yang menghadang dirinya selepas menikmati hidup dengan penuh kecukuipan materi sedang ada banyak orang memaknai sabar bagai tampar pipi kanan berikan pipi kiri atau tiap saat mendengar inflasi atau resesi ia hanya mampu mengurut dada entah untuk yang ke berapa kali dan termangu saat membaca berita koran atau siaran berita di pagi hari seusai bangun tidur ditemani dengn secangkir kopi panas kental bersama sepasang roti tawar isi coklat tentang anak-anak korban perang tak memiliki hari selain berkencan bersama dentum bom dan peluru sedangkan dirinya hanya mampu menyalahkan seraya mengamini tiap ucapan pejabat israel dan PBB ” salah mereka la ”

jujur bro negeri ini udah terlalu padat dengan wajah-wajah orang bingung yang tak lagi mampu membedakan kebenaran dengan syubhat yang menyelubungi kebathilan agar selalu tampak bak kebenaran yang tak terbantahkan sejatinya mereka merupakan sekelompok cendikiawan dan kalangan akademisi bentukan barat dengan mudah melalui tulisan-tulisaanya yang dicetak eklusif dan platinum selalu terlacak dangkalnya logika yang dijadikan nalar untuk berpikir

terlepas dari semua itu sudah semestinya fenomena demi fenomena yang berlaku tiap harinya , semakin menguatkan kesadaran kita sebagai makhluk yang dhaif dan tak mampu berbuat barang sedikit pun tanpa kebijaksanaan Allah Ta’ala semakin hari umur yang berkurang semestinya kain menajamkan pola pandang dan pikir kita semakin dekat dengan cara akhirat memandang dunia