Tag

Syahdan , tatkala hari hening dari jeritan nurani atau tatkala hari terasa ringan menenteng beban bersama kehangatan mentari pagi atau derasnya langit menumpahkan keringatnya ke bumi

Dan seorang saudara kala itu lebih berereti daripada sekerat roti , seulas senyum dan sapaan penuh dedikasi , hari itu , adalah jauh lebih berat tersimpan batuan alam yang menerangi kegelapan dibandingkan dengan milyaran rupiah yang kau tanam hari ini pada bank-bank pemuja berhala kapitalist dan pemegang teguh asas ribawi sedang kau meyakini sebagaimana dulu kau diajarkan akan kampung akhirat oleh guru-gurumu semasa mengaji di langgar atau di madrasah

Sebagaimana fragmen bersejarah antara muhajirin dan anshar yang salah satu dari mereka rela dan penuh suka cita membagi apa saja harta miliknya bahkan seorang istri pun tak terkecuali , alangkah cerdasnya sebgain episode yang berlalu di antara putaran waktu dan derap dakwah menerobos sekian pelosok elemen masyarakat namun ia tetap sunyi dan terjaga bersama keheningan zikir malaikat , ia tetap sunyi dari asegala penjuru sudut kamera televisi maupun kejaran para kuli tinta , namun pijakannya mengakar dan mereka yang menjejakan langkah kakinya di atas jalan panjang ini namun pasti episode ini hadir di tengah-tengah kita sebagaimana terperangahnya balatentara persia saat menyaksikan rombongan kaum muslimin merab-raba di tengah arus sungai eufrat hanya kerana salah seorang dari prajurit muslim kehilangan kantong airnya dan sejumlah episode lain di antara kepulan debu asap perang badar , kisah empat mujahidin yang menlak diberikan air minum dan meminta saudaranya yang lain lebih dahulu mendapatkannya

Syahdan semua beruilang rapi bagaikan video yang kita dapat mendowloadnya dari youtube lalu kita putar di saat yang sama kita mampu menyaksikannya sebagaimana pertama kali kita pernah menyaksikannya , demikianlah dakwah beserta lika-likunya telah mengajarkan kepada para manusia dan kepada para penyerunya akan cinta

” Shibgah Allah dan sipakaha shibgahnya lebih baik daripada Allah , dan hanya kepadaNya lah kami menyembah ” ( Al Baqarah : 138)

Ternyata ia bukan utopia abstark atau gagasan kosong tanpa idealisme bukan pula seonggok perabotan berganti-ganti pemilik dan silih berganti di pasar loak lalu datang segolongan orang mempropagandakan kebathilan dirinya melaui musik ataupun puisi yang telah amat dfasih seorang bocah berumur 5 tahun dengan suara cemprengnya menyenandungkan di atas bus –bus kota ataupun angkot-angkot yang berjubel memenuhi jalan raya ! Bukan demikian akhi ! ia mampu merangkul tubuh-tubuh ringkih jiwa bersama hangatnya persaudaraan

” Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam Cinta mencintai , sayang-menyayangi dan bantu-membantu di antara sesamanya adalah laksana sebuah jasad . Apabila salah satu bagiannya sakit , yang lain tiada bisa tidur di malam hari , dan menggigil demam ( H. R Muslim )

Ia mampu kilatkan terjal dan bercuramnya jalan ini untuk jiwa-jiwa letih dengan pelukan bermotivasi dan berorientasi akhirat bersama nyanyian air mata tatkala harus berpisah atau cucuran keringat apabila memikul sebuah agenda besar

Tetaplah mansuia bagaimanapun jua , sebab derajatnya telah mencukupi hingga tak perlu berangan-angan bak kesyahduan malaikat-malaikat atau terdorong ke jurang yang menghinakan hingga ia berakrab ria dengan syaithan , namun adanya kerikil-kerikil tajam di antara barisan dakwah dengan penghuni-penghuni manusia biasa yang kerap terjebak pada lumpur kemaksiatan atau kadang kala ia lalai dicandui oleh kelalaian antara tarikan syahwat dunia dan keringnya ruhiyah atau dalam bentuk yang lain hari ini saudaranya tersenyum namun esok kau dapat menjumpainya dengan muka yang telah berlipat-lipat hingga membuat orang lain disekitarnya tertular penyakit bad mood . Jauh-jauh hari sebelum kalian meneriakkan revolusi atau apalah nafas lain melawan belenggu penjajahan budaya ala zionist dan kawan-kawan . Namun jujurlah kemudian perhatikan baik-baik

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيراً مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضاً أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتاً فَكَرِهْتُمُوهُ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ

[49:12] Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang.

Pada amarah dan kerinduan pun Nabi Shalallahu Alaihi Wassalam menitipkan agar keduanya berjalan harmonis dan seimbang

” Cintailah orang yan nada cintai sesuai dengan kadarnya , sebab bisa saja suatu hari nanti dia menjadi musuhmu dan bencilah musuhmu sesuai dengan kadarnya , sebab boleh jadi suatu hari nanti dia menjadi orang yang anda cintai ”

bahkan kepada orang dibenci sekalipun selalu dikaitkan pada kadar secukupnya , kerana zaman selalu mencerminkan dua golongan yang bertolak belakang namun dibenarkan dalam Qura’an hanyalah mereka yang ummatan wasathan Muqtashid adalah pemikirannya di anatra dua kabilah yang sama-sama berkongsi mendeklarasikan kebinasaan , mereka yang meliuk-liukan tilawah Qura’an namun 180 derajat asap rokok keluar masuk secara fashih dan metalicaa mengalun merdu iringi pesat jahiliyyah bersama koko dan sarung sedangkan kabilah lain terpukau tak sadarkan diri oleh cara barat memperlakukan kitab suci , kenabian, ketuhanan dan wahyu langit . Apa yang dirumuskan oleh Muhammad Arkoun , Abed El Jabiri dan kawan-kawab seiya-sekata pun segera dieksperimenkan pada landasaan-landasan utama ummat islam hingga bergulirlah ide-ide sama sekali gak kreatif beserta pemikiran penuh saduran dari karya para pendahulunya terhadap kitab suci , Hermeunitika , atau Qura’an edisi kritis , mengesahkan wanita menjadi imam shalat , poligami dihujat seakan identik dengan neraka

Hari ini adalah hari-hari penghujung akhir 2007 , yang bermula dengan seribu musibah namun lidah kerap bergumam dengan ungkapan yang sama di tahun 2006 .. akan etapi hari ini bagiku adalah hari-hari persaudaraan antara jalanyang begitu lengang dan generasi ghuraba tiap jengkal langkahnya telah dikepung namimah , saat tiap ia berjalan aurat dan syahwat menjelma simbol negara atas nama pelestarian budaya dan benrlah sepetti yang diungkapkan seorang rapper

’ Saat Poligami berarti neraka

dan saat prostitusi menjadi hak asasi ’

dan kondom menjadi solusi norma

” Berapa lama lagi umur ummat islam ” ?

Dan Kala kau menangkap tiap butiran airmata saat kau berdoa untuk saudaramu tercinta , Yakinlah Kawan ! kau akan bersama orang yang kau cintai di dalam surga kerana disini bukanlah perhentian untuk selamanya , ia hanyalah satu fragmen dan selembar skenario dari Rabb Yang Maha Penyayang untuk menutup celah celah benci

dan jejaring bosan sekaligus penjaga konsistensi beramal dan istiqomah berjalan kemudian berlari lari menuju KeredhaanNya

” Dan bersabarlah engkau ( Muhammad ) bersama orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan senja hari dengan mengharap keridhaanNya ; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka ( karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat kami , serta menuruti keinginannya dan keadannya sudah melewati batas ” ( Al Kahfi : 28)

” dan Dialah ( Allah ) yang mempersatukan hati mereka ( orang yang beriman ) walaupun kamu menginfakkan semua ( kekayaan) yang berada di bumi , niscaya kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka , tetapi Allah telah mempersatukan hati mereka . Sungguh Dia Maha Perkasa , Maha Bijaksana ” ( Surah Al Anfal :63)

sesiapa yang tak merindu , sesiapa yang tak inginkan keredhaan Allah SWT pada segolongan orangorang mukmin dan mereka pun ridha padaNya / maka berpuluhpuluh barel tetesan keringat , seusai kerja besar sebuah agenda dakwah atau otak berputar keras dan kencang untuk menghasilkan segelas perencanaan yang gemilang seusai kuliah atau jam pelajaran usai

Kerana letak mahabbah antar relasi seorang mukmin bukan semata ikatan antara kewajiban dan hak bukan pula relasi yang mengikat sebatas posisi dalam sebuah organisasi atau jamaah tetapi seperti ditegaskan oleh Allah SWT dalam surah Al Anfal ialah hati, sekalipun seluruh makhluk mengumpulkan kekayaan seisi perut bumi dan seluas langit takkan sanggup mempertautkan ikatan jiwa-jiwa ini tanpa seizin Allah SWT ataupun sebaliknya