Arsip Penulis
Antara Kriminalisasi KPK Vs Kriminalisasi Al Aqsha
Menyaksikan pelbagai getir yang terjadi depan mata bangsa Indonesia, rasa-rasanya hati ini juga tak mampu dibendung untuk tidak angkat suara. Pada hari-hari ini kriminalisasi KPK sudah hampir mencapai titik terangnya.siapa yang sejatinya membuat maker telah terkuak. Namun entah mengapa , untuk menguak kasus kriminalisasi KPK seperti memutar dan membongklar sebuah skrup yang membutuhkan satu koper peralatan bengkel. Dibutuhkan ribuan orang dari pelbagai elemn utnk turun ke jalan.dibutuhkan pelbagai LSM baik itu dari kalangan Mahasiswa dan elemen LSM Sosial Independen yang merasa perlu untuk mendatangi Komisi III DPR RI.Dibutuhkan pelbagai pernyataan p[ara pejabat tinggi Negara yang siap pasang badan dan mendaftar sebagai anggota tim pencari fakta.belum Wall-Wall di Facebook yang jumlahnya telah meleibihi angka 1 juta member pada grup yang membela Bibit dan Chandra Hamzah. Ditambah tren Pita Hitam yang dipasang di blog-blog.dan banyak lagi aksi yang diambil untuk memutar dan membongkar baut bermasalah yang bernama “krminalisasi KPK” itu.
Titik terangnya baru Nampak dobrakanya kala seorang Wiliardi Wizar pada selasa 10 november 2009, “Demi Allah saya bersumpah, waktu itu ada ada Direktur, Wadir, Kabag dan Kasat-Kasat. Dikatakan sasaran kami cuman Antasari,” begitulah kesaksian sang Wiliardi Wizar. Itu pun masih saja ditingkahi kelakuan aneh Jaksa Agung Ri, Hendarman Supanji, “Mungkin untuk menentukan ini,kasih polling saja.supaya jelas berapa banyak yang setuju kasus Bibit dan Chandra dibawa ke pengadilan. Rekomndasi DPR,mendorong maju ke pengadilan.lalu apa yang harus kami lakukan ? apa harus polling atau Quick count” seperti yang dikutip oleh harian Media Indonesia ,21 November 2009, Inilah kiranya yang kita sebut sebagai pucuk dari puncak frutasi lembaga hokum Indonesia !! Presiden kita yang akrab kita pangil SBY itu tampaks angat menjaga pencitraanya di tengah-tengah amarah rakyat pada lembaga hokum Negara. Hatta, nama SBY dicatut oleh Anggodo,”tersangka rekaman KPK, cukup disudahi dengan permohonan maaf oleh Anggodo ! betapa murahnya harga keadil;an di muka bumi ini. Dan hari ini, di Tv One, Pengacara Anggodo,Bonaran Situmeang mewakili Anggodo agar kasus dirinya juga bisa dihentikan sama halnya dengan dihentikannya kasus Bibit dan Chandra. Keadilan di ujung tanduk, diperkosa oleh pasal-pasal hukum yang melindungi para bandit dari hukum.
Harga Mati Pembebasan dan Kemerdekaan Palestina
Kenapa Fahri dalam Ayat-Ayat Cinta Movie Mengidolakan Badiuzzaman Said Nursi ????
July 13th, 2008
Itu karena Bediuzzaman Said Nursi…..
1877-1960 Masehi
Bediuzzaman (Keajaiban Zaman) Said Nursi
adalah seorang ulama sekaligus pejuang/pahlawan yang berasal dari
Turki. Hidup pada zaman perang dunia pertama dan kedua, beliau gigih
mempertahankan Turki dari gempuran penjajah, baik Rusia maupun Inggris
yang saat itu ingin merongrong Kekhalifahan Turki Ustmaniyah. Selain
perjuangan di medan perang, perjuangan beliau yang tidak kalah penting
adalah perjuangan dakwahnya dalam mempertahankan keimanan dan keislaman
masyarakat Turki (pada khususnya) dan seluruh umat Islam (pada umumnya)
dari serangan materialisme, filsafat-filsafat sesat, komunisme dan
sekularisme. Beliau secara totalitas mendermakan seluruh hidupnya untuk
kemaslahatan serta menjaga keimanan umat. Meski beberapa kali
ditangkap, dipenjara, dan hidup dalam pengasingan maupun kamp
penyiksaan, beliau tetap konsisten untuk berdakwah, meski dengan sarana
dan prasarana yang amat terbatas. Sobekan-sobekan kertas yang beliau
dapatkan selama dalam penahanan penjara, dengan alat tulis sekedarnya,
namun dengan pikiran cemerlang dan hati yang ikhlas akhirnya mampu
menjadi harcopy bagi ide cemerlangnya yang nanti dikenal dengan nama
kitab ”Risallah an Nur”. Buku setebal sekitar 6000 halaman ini adalah
sebuah karya yang begitu berharga bagi umat Islam, yang dengannya
banyak umat Muslim mendapat hidayah atas kebenaran Islam dan juga
menjadi memperkokoh iman mereka. Risallah an Nur memancarkan cahaya Al
Quran dan Hadist.
Yang
begitu saya suka dari Said Nursi adalah metode beliau dalam menjelaskan
konsep-konsep keimanan dan keislaman memakai pendekatan analogi dan
logika, sehingga orang-orang mampu memahami konsep-konsep keimanan dan
keislaman dengan pemahan yang kuat. Beliau juga memakai dalil-dalil
ilmu pengetahuan untuk mendukung pemahaman kita terhadap ajaran Islam
tersebut, karena menurut beliau, agama maupun ilmu pengetahuan,
kedua-duanya, adalah sama-sama berasal dari sumber kebijakan yang sama:
Al Haq, ALLAH swt., sehingga pastinya akan saling mendukung dan
sebaliknya, mustahil untuk saling bertentangan atau meruntuhkan.
Kesukaan saya dengan Said Nursi yang lain adalah terhadap keikhlasan
beliau dalam mendermakan seluruh hidup dan apa pun yang beliau miliki
untuk dakwah Islam dan penjagaan keimanan umat Islam. Beliau berjuang
sekuat tenaga dan pikiran untuk menjaga keimanan umat sehingga aman
dari serangan atheisme, filsafat kotor, komunisme, dan sekularisme,
yang merongrong.
Harapan
saya, sebenarnya, adalah bahwa kita tidak cukup hanya sebatas mengenal
perjuangna beliau atau menghormatinya, tapi akan lebih baik lagi jika
kita bisa meniru amalnya dalam dakwah Islam, dan tentunya melanjutkan
perjuangan beliau. Insya ALLAH.
Sebagai
penutup, berikut saya tuliskan kata-kata beliau yang melukiskan betapa
Said Nursi begitu perhatian kepada kemaslahatan umat Islam:
Said Nursi: ”Saya
bisa menanggung penderitaan saya sendiri, tetapi penderitaan akibat
bencana yang menyeret agama dan umat Islam telah meghimpi saya. Setiap
pukulan ke dunia Islam terasa terlebih dahulu menghujam ke hati saya. Itulah mengapa saya terguncang.”
Said Nursi:”
Seumur hidup saya lebih dari 80 tahun ini, saya belum pernah mengenyam
kesenangan duniawi. Hidup saya berlalu di medan perang, penjara , atau
tempat-tempat penderitaan lainnya. …Tidak ada siksaan yang belum pernah
saya tanggung, dan tidak ada penindasan yang belum pernah saya rasakan.
Saya tidak lagi peduli dengan Surga dan tidak takut pada Neraka. Asalkan
keimanan negara saya (umat Islam, penulis) aman, dibakar di neraka pun
saya tidak peduli. Sebab, meskipun tubuh saya terbakar, hati saya
seakan-akan berada di taman mawar
from blognya ardiansyah selo yudha
Rekonstruksi Filsafat Akuntansi Islam, Sebuah Revolusi Paradigma
Model manusia muslim bermuara pada referensi apa yang menjadi kepatuhan logikanya.Dengan nalar logika ia mampu mengisi ruangan kosong yang merindukan keadilan. Dengan menentukan mana yang haq dan mana yang bathil. Kalau tidak demikian, berarti there’s something right had loss from muslim mind. Walaupun dengan seribu kali lipat argumentasi yang pada dasarnya sudah sangat akut dan rapuh. Pembuktian logika juga mengikuti konsensus atas standar yang disepakati sehingga jika dalam pelaporan ada yang disclaimer atau tidak wajar dapat denganm mudah dideteksi dan dikoreksi. Tapi sayangnya terlalu banyak mereka yang silau dengan manipulasi angka di atas kertas untuk menggambarkan kepentingan pemilik modal adalah hal pertama yang harus diselamatkan dan disejahterakan. Krisis perbankan bulan-bulan ini juga berkutat pada pelitnya bank menurunkan suku bunga agar deposan yang memiliki dana investasi di atas 50 % tetap memberikan loyalitas bagi bank. Walaupun baru hari ini seperti yang dilansir dan menjadi headline utamanya oleh harian Kontan, sekitar 14 bank sepakat untuk menurunkan suku bunga. Dan itu pun hanya 1% dari keseluruhan total suku bunga yang telah ditetapkan oleh bank bagi investasi deposan. Dan sayangnya juga terlalu banyak dengan strategi manipulasi angka di atas kertas yang menyebabkan orang di luar menilai kalau Akuntansi tidak lebih dari :jurnal buku besar, penyesuaian, ayat pembalik, posting,neraca, arus kas masuk dan arus kas keluar. Sekali lagi, hanya sebatas itu.
Masa Depan Standar Akuntansi (Menjelang Harmonisasi dan Adopsi IFRS )
Pasca Krisis Ekonomi Global yang diramalkan akan kembali menemui recovery pada akhir 2009 ini dimulai dengan banyak hal yang sangat fundamental. Tak terkecuali perubahan -perubahan mendasar pada sisis Akuntansi yang menekankan globalitas transparansi dan kepercayaan pada sektor Investasi yang lebih tinggi. Sebelumnya dari G-20 Summit juga telah dibahas perubahaan apa saja yang akan berlangsung pada sektor Akuntansi. dan yang terakhir Indonesia akan mengadopsi International Financial Report Standard pada tahun 2012 menggantikan adopsi dari Financial Accounting Standard Board dari Amerika Serikat. Adopsi itu akan banyak berlangsung pada bab-bab dalam PSAK yang menyangkut perusahaan Korporasi Multinasional. Umumnya, perubahan tersebut telah ada sedikit estimasi bayangan tentang hasil atau implikasid ari adopsi terhadap Penyataan Standard Akuntansi Keuangan. seperti artikel dari junal akuntansi di bawah ini yang berisii penelitian dan kesimpulan atas beberapa negara yang telah mengadopsi IFRS lebih awal. uniknya, salah satu negara emerging markets seperti China mempunyai Touch sendiri dalam menyikapi perubahan pernyataan standard akuntasi keuangan di negaranya terlepas dari dominasi akuntansi kapitalis dunia yang mengglobal. Lalu bagaimana dengan Indonesia ?? yang telah juga mervisi bahkan baru-baru ini mengeluarkan PSAK terkait Akuntansi Shariah dengan Entitas Tanpa Akuntabilitas Publik atau ETAP untuk UMKM ?? View of Touch manakah yang akan disentuh ?? dan sepertinya lebih baik bagi Indonesia untuk juga menimbang maslahah dan mudharatnya daris segi masyarakat dan lingkungan sosial sebelum mengadopsi mentah-mentah IFRS Baca entri selengkapnya »
Kronologi Kasus Bank Century
Sumber: http://www.infobank news.com
Hingga kini, meski Bank Century telah berganti nama menjadi Mutiara Bank, kasus ini masih terus bergulir. Bahkan, hak angket tengah dipersiapkan DPR untuk menguak kasus ini. Berikut kronologi kasus Bank Century yang di data oleh Biro Riset Infobank.
Failed and Bancruptcy American Banking !!
di Indonesia boleh saja merasa sedikuit lega seusai Krisis Ekonomi Global tak banyak berefek pada sektor riil. Pasar Market yang luas dan juga ketahanan Industri kreatif Indonesia membuat semakin kokoh bangunan perekonomian Indonesia di Masa Depan. Namun diseberang sana, Amerika Serikat, The Centre of Capitalism World sedang dilanda demam yang sangat akut dan berpotensi menggoyang lebih mendasar fundamental perekonomian. Ditambah dengan tumbangnya Bank-Bank Swasta Amerika hampir secara massif plus bail out yang terbesar sepanjang sejarah. Gokilnya insentif pemerintah yang diberikan bagi perindustrian perbankan Amerika malah membuat para CEO semakin nyaman berisitirahat dengan tenang bersama fasilitas yang dihasilkan dari bail out Trilyunan itu. Betapa Mudahnya bagi Amerika Serikat untuk terus mencetak dollar dengan mengesampingkan biaya inflasi dan resesi yang akan terus dibayar.
Selamat Datang Krisis !!!
The UK Goes Right, The USA Goes Wrong
When a financier lends money, he wants to know exactly what it’s going to be used for. He then determines the prospects of getting not only his money back but also some profit. When he does decide to lend the money, he lays down conditions on its use and the repayment mode. The larger the loan, the more concerned the financier will be over the proper use of the money.
Barack Obama rode into Washington with a posse of what he claimed were the smartest guys to rescue hapless America — and the rest of the world — from the financial crisis and wrangled astronomical amounts out of Congress. But it looks like the Wall Street gang has outwitted the neophyte in the White House.
Last fall, financial conglomerate AIG (“too huge to be allowed to fail”) had last fall already demonstrated it had no qualms about using the taxpayers’ bailout money for anything but productive purposes. So, why didn’t treasury secretary Timothy Geithner set out the rules for how this money was to be used? To top it off, the US government, which has an 80% stake in AIG, couldn’t impose on the latter’s managers how to use the public funds.
Baying for Geithner’s blood aside, this episode, which is the news of the week, serves to underline the urgency for ethics, good governance and aboveboard practices. This, at least, seems to be the train of thought across the Atlantic as the UK busily organizes the agenda for the G-20 summit in London on the 2nd April to fashion a new financial world order.
To set the pace, the UK’s Financial Services Authority (FSA) has begun working on a banking overhaul which could lead to, among others, a ban on the complex financial products blamed for triggering the credit crunch. These include instruments such as collateralized debt obligations. The FSA feels that some sophisticated financial instruments are simply too complicated to be used without unacceptable financial risks.
Also expected are much tighter rules on mortgage lending to prevent the lax credit conditions that preceded the current crisis. In the FSA’s crosshairs, too, are an overhaul of the bonus culture of banks and other financial institutions.
The FSA has promised a “revolution” that will lead to simpler banks and tougher regulation. Chairman Adair Turner sees less profitable banks taking fewer risks. The FSA’s faith in market forces and reliance on management’s scruples was “a mistaken philosophy”, he said, suggesting that a heavy hand will instead guide banks’ choices on what they invest in and how they account for them, whom they appoint to senior management and their remuneration.
The FSA said its new regime will likely cause banks “to pursue strategies which are primarily focused on classic commercial and retail banking activity”. There will be “fewer resources — in terms of people or total balance sheet — devoted to the complex and risky trading ctivities.”
With the FSA also having set the lead in nurturing and promoting Islamic finance, the UK could well be the role model Obama ought to be looking to. For the well-being of the global economy, he needs to succeed.
Best regards,
IFN team
Diskusi Seputar Perbedaan Antara Ekonomi Islam dengan Kapitalisme di Facebook
Post #1
1 reply
Mahbubi Ali wroteon April 29, 2009 at 9:22am
Benarkah ekonomi islam hanya menjadi alat kapitalisas?Kapitalisme Religius, demikian Vadillo mengungkapkan..banyak pihak menuding, praktek ber-ekonomi syariah di dunia, termasuk jga d indonesia masih sangat pragmatis dan terlalu profit oriented. Yang pntng sesuai syariah..!Adiwarman menyebutnya dengan istilah, “Formalisasi Syariah Tanpa Jiwa” bagaimana menurut anda??
Report
Post #2
Tatto Sugiopranoto wroteon April 30, 2009 at 6:24am
Assalamu’alaikum Wr.Wb. Mas Mahbubi. Semoga Allah SWT meridhoi apa yg kita usahakan. Salawat serta salam kita sampaikan buat Muhammad SAW, rasul Allah, yg telah mengajarkan kita semua bagaimana mensyukuri nikmat.
Menurut saya, apa yg disampaikan para akhli ekonomi, pengamat ekonomi islam termasuk Umar Vadillo adalah praktek ekonomi islam saat ini merupakan salinan (foto copy) dari ekonomi kapitalis barat.Pendapat saya didasari atas fenomena saat ini yg diusung oleh praktisi ekonomi islam saat ini adalah instrumen ekonomi yg mengarah ke kepentingan kapitalis. Contoh, bank dan segala instrumen perbankan lebih berpihak untuk kepentingan kapitalis. Produk simpanan diarahkan bagi pemilik modal dengan iming2 lebih menguntungkan, demikian juga dengan produk pembiayaan yg lebih diarahkan pada sektor konsumtif seperti murabahah, ijarah dsb.
Tujuan ekonomi sendiri adalah untuk pemenuhan kebutuhan manusia, mazhab apapun akan mengatakan hal demikian (kecuali Keynes yg selalu bicara capital dalam bentuk materi).
Tujuan utama dari Ekonomi Islam itu sendiri hampir sama dengan apa yang dicetuskan oleh Adam Smith, Karl Marx dll. Yg membedakan adalah bahwa dalam kegiatan EKONOMI ISLAM harus didasari Amar Makruf Nahi Munkar (AMNM). Seperti apa AMNM itu. Al-Qur’an dan Al-Hadist menjelaskan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, seperti apa kita harus bersikap terhadap modal/harta/keahlian/tenaga, bagaimana tata cara bertransaksi dan melakukan perjanjian.
Perbankan Syariah, Reksadana Syariah, Pasar modal Syariah dan instrumen ekonomi lain, bahkan SUKUK, masih jauh dari tujuan “pemenuhan kebutuhan manusia”. Artinya, sektor produksi yang dapat memberikan nilai tambah dan memberikan kontribusi lapangan kerja pada masyarakat belum tersetuh secara utuh. Semuanya dibuat seolah hanya untuk kebutuhan pemilik modal saya, bukan untuk menggerakkan sektor riil untuk menciptakan produksi dan nilai tambah. Ini menurut pendapat saya yg bukan akhli ekonomi.
Wallahu’alam bishowab
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
Report
Post #3
Achyat Ahmad wroteon May 3, 2009 at 6:24am
assalamualaikum
sebetulnya saya tidak punya otoritas apapun di bidang ini. di sini, saya hanya menghormati saudara pengundang. menurut saya, dia mengundang saya bukan karena saya bisa memberikan solusi, tapi mungkin untuk membuka kran pendapat-pendapat ‘yang salah’, agar mengalir lebih deras. bukan begitu, bung boby? he he he…
saya melihat, di sekeliling lingkungan saya, terdapat begitu banyak para penjual cireng, cilok, teote, guddu, jemblem, dls-dls, yang bergerak tanpa modal dari bank, termasuk yang berbasis ’syariah’ sekalipun.
saya mengundang para pakar ekonomi untuk tidak sekadar berteori, tapi bagaimana teori-teori itu diramu, kemudian digerakkan di lingkungan saya, atau mungkin juga di lingkungan anda.
di sini, di pasar yang dibuka sendiri ini, mereka akan dapat langsung menerapkan teori-teori ekonomi syariah yang menyelamatkan itu, lalu mungkin kelak akan menjadi besar, dan memiliki suara yang cukup lantang untuk berteriak pada para kapitalis yang berbaju syariah itu…
Report
Diskusi Seputar Peran dan Eksistensi Ekonomi Islam di facebook
Post #1
Andi Faisal wroteon May 23, 2009 at 6:57am
memasuki abad ke 21 alur ekonomi menempuh pengembangan yang cukup signifikan, ekonomi pada abad-abad sebelumnya berada pada level mikro dengan hanya menganalisis kondisi pasar dan harga, namun, sejak keynes dan kawan2 membawah ekonomi dari riil ke moneter, terjadi lompatan yang sangat jauh, namun sayang ekonomi meleompat tanpa memiliki kaki yang kuat, akibatnya, ekonomi pada tahun 30an, mengalami patah kaki, kondisi yang sama terjadi pada tahun 97-98 dan tahun 07-08.
para ekonom pun berpikir, apa yang salah dari kapitalisme.
disisi lain, terjadi perlawanan dari timur terhadap hegemoni ekonomi barat, sebut saja Amartya sen, peraih nobel ekonomi asal india, yang tampil dengan kritikannya.
dan dari pemikir-pemikir islam, konsep ekonomi islam semakin didengungkan,..
nah, babakan sejarah telah dimulai, apakah timur bisa mengalahkan barat??? apakah ekonomi islam bisa jadi solusi??
itu tergantung anda..!!!!
Post #2
1 reply
Ariz Mencari Cinta wroteon May 24, 2009 at 6:22am
Timur dan barat adalah dikotomi yang telah usang. siapa yang kapitalis siapa yang sosialis, timur ataukah barat?. tapi pada dasarnya teori ekonomi kapitalis dan sosialis awal kemunculannya juga dari wilayah yang disebut “barat”.
pun pula ekonomi islam, yang dianggap “timur”, karena tinjauan historis, kelahirannya bersamaan dengan agama islam yang muncul dari jazirah arab (dalam peta dunia masuk benua asia yang dianggap “timur”).
perlu diperjelas bahwa ekonomi islam sebagaimana pembawa agama islam (Muhammad S.A.W) adalah rahmatan lil alamin. ekonomi islam adalah solusi universal, tanpa harus dikondisikan sebagai bagian dari “timur atau barat”.
Post #3
1 reply
Andi Faisal replied to Ariz’s poston May 27, 2009 at 11:52pm
aduh, apa yang anda maksud dengan islma adalah solusi universal, konsep ekonomi islam hanya lahir karena lemahnya kapitalisme, akan tetapi islam pun tidak punya pondasi teoritis yang kuat
Post #4
Mahmal Rizka (Indonesia) wroteon May 28, 2009 at 5:30am
Setau saya dalam islam, spekulasi sangat dilarang. Yang mana spekulasi merupakan salah satu faktor penyebab jatuhnya kapitalisme. Dalam islam objek transaksi harus jelas. Kalau anda menyatakan islam tidak pondasi yang kuat, bukankah yang saya sebutkan di atas merupakan prinsip yang mana jika dilupakan niscaya ekonomi islam pun akan mengalami nasib yang sama dengan kapitalisme. Itu baru salah satu prinsip di samping prinsip-prinsip lainnya. Tugas kita selanjutnya adalah mengembangkan prinsip-prinsip tersebut agar bisa diimpelementasikan pada kondisi sekarang.









