RSS

Ka’bah

12 Des

Ka’bah

Bergegas kami dalam deru rindu
Saat gelombang nafas berteriak pilu membubuh sendu
Ka’bah
Di ujung mata, kaki kami tergelosor mencari bumi
Dari ubun hingga telapak hanya membacakan tasbih tak berujung

Bergegas kami dalam deru rindu
Mata menjalang menyasar ampunan agar segera diberangkatkan
Dijamu dan dilayani oleh yang menjaga Al Haramain.
Yang Maha Agung telah menitahkan, hamba –hamba yang dicintai berkenan mengecup bumiNya
Bernama Makkah dan Madinah

Bergegas kami dalam deru rindu
Keanggunan malam dalam pupujian hanya tertumpu padamu semata.
Petilasan dhuha sepanjang senyuman mentari hanya tersisa bayanganmu saja.
Kantong rezeki bagi dhuafa, pun tertitipkan namamu jua.
Yang Maha Agung telah menitahkan, hamba-hamba yang dicintai berkenan mencium batu hitam
Bernama Hajar Aswad.

Ka’bah
Masih setia menanti, sesetia Rasulullah menunggu umatnya di telaga bening bernama Al Kautsar.
Ka’bah, jenak-jenak bersahaja dan sederhana yang menyimpulkan pujian hanya milik Yang Maha Besar
Totalitas doa terhimpun diseantero masjid haram, menghujam ke ufuk jiwa manusia paling dasar.
Ka’bah
Mengajarkan kemuliaan takkan diraih dengan kekayaan yang kasar
Sebab akhirnya yang dipanggil hanya jiwa mereka yang seluas samudera sabar
Sebenggol demi sebenggol
Sekeping demi sekeping
Serupiah demi serupiah
bagi manusia , itu semua soal maru’ah
Tetapi Tuhan hanya berfirman : Inna Akramakum Indallahi Atqakum.

 

Tentang Willy Mardian

Head of Research and Islamic Economic Development National Department of Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam
Leave a comment

Posted by pada Desember 12, 2011 in Musyawarah Kata

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.