Telaga Kautsar

Menjadi Telaga Bagi Ekonomi,Keuangan dan Perbankan Islam

Archive for Agustus 2009

Film Merah Putih, Kemerdekaan RI, Dan Ummat Islam

without comments

Film Merah Putih

Film Merah Putih

merah putih, hormaat grakkk!
buat semua bangsa lain tersentak
kibarkan sang saka dengan serentak
harumkan nama ibu pertiwi serempak

di bawah langit biru berkibar tertiup angin
bangga jadi orang indonesia ku semakin
terpacu tuk memajukan bangsa
tunjukkan kita kuat kita bukan mangsa

berbeda suku, beda golongan dan agama
bhinneka tunggal ika kami yang pertama
bahu membahu bimbing saling membimbing
berat sama dipikul ringan sama dijinjing

ini nusantara kita satu darah
satu nusa bangsa bahasa dan satu arah
takkan kulupakan selama lamanya
bangsaku, INDONESIA NAMANYA!

( Saykoji, Merah Putih )

Tak lama, aku sudah menonton film Merah Putih. Sangat menggelora dan menggedorkan kembali ghirah cinta pada bumi persada ini. Momennya pun sangat tepat . Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Cerita dalam Film Merah Putih ini mengambil setting Indonesia dalam agresi Belanda di daerah Jawa Tengah, Pasca menyerahnya Jepang serta diproklamasikannya kemerdekaan Republik ini. Dalam sebuh video yang beredar di Youtube, aku juga pernah menyaksikan orasi Bung Tomo kala membakar semangat penduduk Surabaya menyambut kedatangan balatentara Sekutu dan NICA. yang membuat aku bergetar, adalah fakta sejarah para pejuang di negeri ini menyambut mereka dengan pertempuran yang seru disertai takbir.

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Agustus 19, 2009 at 4:21 pm

Ditulis dalam Catatan Harian, Fikrah, Tafakur

Indonesia Telah Keluar dari Resesi ??, Say Thank You to Ekonomi Syariah

without comments

Kemarin, Harian Media Indonesia menurunkan sebuah headline yang cukup menarik. Indonesia diprediksikan dapat segera keluar dari resesi paling awal. Berbeda pada saat krisis keuangan pada tahun 1998-1999 yang bermula dari fluktuasi mata uang baht. Indonesia menjadi korban terparah di Asia Tenggara. Mimpi didaulat sebagai Miracle’s Asia Economic musnah sudah. Dialektika alam maya dan nyata pa dasarnya saling berkaitan. Yang dicontohkan oleh transaksi derivative. Tetapi ketika alam maya yang tidak ditopang bisnis komoditas riil, begitu mengalami guncangan akan cepat merembet dan menyebarkan kepanikan dan puncaknya membongkar kerapuhan system yang diklaim mempunyai fundamental ekonomi makro yang kuat.

Perbankan ketika itu lebih banyak menyalurkan kredit ke korporasi-korporasi besar tanpa perhitungan standar kelayakan kredit. Akibatnya NPL perbankan naik drastis. Sementara untuk sektor UMKM, perbankan hanya menyalurkan kreditnya sebesar 10 % tetapi dengan kebijakan yang ditempuh oleh Bank Indonesia yaitu kebijakan uang ketat dengan menaikkan tingkat suku bunga yang asumsinya berefek pada masuk kembalinya uang yang beredar di pasaran dan merangsang kembalinya para deposan meningkatkan tabungannya di perbankan. Finally, para deposan dimanjakan dengan tingkat suku bunga 67 % and this is what we says as negative spread !

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Agustus 16, 2009 at 3:35 am

Nothing Right On The Left, Nothing Left on The Right

without comments

Oleh :Adiwarman Karim

Kinerja suatu perusahaan tercermin dalam laporan keuangannya. Jumlah aset, kewajiban, dan modal suatu perusahaan digambarkan oleh neraca yang biasanya disajikan sebagai berikut. Sisi aset disajikan di sebelah kiri (left) dan sisi kewajiban serta modal disajikan di sebelah kanan (right

Krisis global yang telah merontokkan bank-bank besar dunia menimbulkan pertanyaan besar, bagaimana mungkin bank-bank dengan reputasi dan laporan keuangan yang demikian kuat dapat hancur dalam hitungan hari. What’s really going on? Dampak krisis juga mulai menelan korban bank di Indonesia.

Bank, yang beberapa saat lalu dinyatakan hanya kesalahan teknis terlambat menyetor sehingga kalah kliring, ternyata malah harus diambil alih oleh Lembaga Penjamin Simpanan. Rasio Kecukupan Modal yang beberapa saat lalu belasan persen ternyata merosot cepat, jauh di bawah ketentuan minimal yang ditetapkan Bank Indonesia. Fenomena inilah yang disebut ”when there is nothing right on the left, there is nothing left on the right” (ketika tidak ada yang benar di sisi aset, tidak akan ada yang tersisa di sisi modal). Salah satu penyebab utama rapuhnya kualitas aset perbankan adalah investasi yang dilakukan pada instrumen-instrumen derivatif yang sama sekali tidak memiliki kaitan apa pun dengan transaksi sektor riil atau lazim disebut tidak memiliki underlying transaction

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Agustus 14, 2009 at 10:48 am

KPK Geledah Kantor Bupati Siak

without comments

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kemarin menggeledah kantor Sekretaris Daerah Siak dan Bupati Siak berkaitan dengan kasus dugaan korupsi berupa pembabatan hutan ilegal di Riau. Sehari sebelumnya, penggeledahan dilakukan di berbagai perusahaan kayu di Riau. “Untuk beberapa hari tim bekerja di Riau. Tim memang melakukan sejumlah penyelidikan, termasuk penggeledahan di sejumlah daerah, seperti Siak,” kata juru bicara KPK, Johan Budi, kemarin.

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Agustus 13, 2009 at 2:40 pm

Kesaksian Enam Puluh Empat Tahun Pembangunan

without comments

Saat kata kita merangkai dunia

Kesaksian dari arah pembangunan menjerit peka

Telah enam puluh empat tahun negara kita merdeka

Telah menua usia bendera merah putih disana

Seharusnya kita lebih belajar lebih dewasa dari anak TK

Saat kata kita harus merangkai wacana

Pada permulaanya hanyalah di atas kalam

Buah pikir yang tersantunkan dan menggeliat

Menggeliat menjadi poros.

Menggelinding ia sentuhkan perubahan

Saat kata kita kembali bicara jujur

Dari ruangan hati ke meja berhiaskan speaker

Dari ruangan hati ke bilik kekuasaan Presiden

Atau malah dari ruangan yang tak mempunyai hati nurani

Yang penting merdeka lebih punya isi

Yang melawan retorika para politisi.

Yang melawan kelaparan bayi-bayi

Kesaksian dari arah pembangunan menjerit peka

Sudah enam puluh tahun kita merdeka

Sudah renta usia negara kita

Dan kata-kata kita masih dijajah dari  berkata jujur.

Kau adalah anak baik-baik

Andai diam saja dan katakan sesuai apa yang dipesan pemilik modal

Andai tetap tersenyum dan katakan sesuai apa yang dipesan pelaku pasar

Kau adalah ulama yang terhormat

Andai selalu merapat pada barisan koalisi kekuasaan Sang Presiden

Andai tak terlalu banyak berfatwa

Fatwamu cukup untuk si miskin dan si pengangguran

Mereka berdosa karena kemalasan mereka dan dapat menjadi beban negara !

Kesaksian dari arah pembangunan menjerit pedih

Sudah enam puluh empat  tahun kita merdeka

Masih jua meronta perih

Sudah renta usia ibukota kita

Masih jua menangis pasrah

Dan kata-kata kita masih dibelenggu dari berkata ikhlas

Lalu siapa yang bisa memberi arti pada tulang-tulang berserakan

Pasca 10 November dan antara krawang dan bekasi ??

Lalu apa artinya kita berteriak gagah-gagahan merdeka !

Untuk Tanah, Air, Minyak, Bumi, dan Api bukan kita yang punya

Menghirup udara pun perlu proyek privatisasi

Kesaksian dari arah pembangunan

Masih berteriak lemas dan marah !

Written by Willy Mardian

Agustus 13, 2009 at 5:04 am

EI: Ekonomi Ilmaniyuun !

without comments

Al Ilmaniyyun, dalam kosakata bahasa arab tergolong sebagai kata serapan dari bahasa arab. Prof.Dr Yusuf Qaradhawi dalam bukunya “Al Islam Wal Ilmaniyah wajhan li wajhin” sebagai penerjemahan yang tidak mendalam terhadap kata secularism dan tidak memiliki kaitan apapun pada ranah ilmy. Akan tetapi, seperti yang diungkapkan oleh Prof. Dr. Yusuf Qaradhawi, Al Ilmaniyyah sejatinya memiliki kekuatan epistomologis sebagaimana term yang pernah ada. Maka, Al Ilmaniy lebih menggambarkan “pembersihan” atau “ netralisasi” ruh epistomologi spiritual dalam ruangan pemikiran dan rekonstruksi peradaban manusia

Jauh sebelum kita rasakan booming Ekonomi Islam hari-hari ini. Belum pernah ada seorang analyst bursa efek memasukkan ayat-ayat qura’an dalam analisanya. Belum pernah ada seorang pengamat ekonomi dari mazhab manapun ia, memasukkan tindakan gharar, maysir, ihtikar, tadlis. Sebagai variable yang dapat secara positif merusak kestabilan pasar. Dan lagi-lagi belum pernah ada seorang Gubernur Bank Indonesia menyatakan transaksi di pasar derivative sebagai penyebab krisis keuangan dunia.

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Agustus 10, 2009 at 6:50 am