Telaga Kautsar

Menjadi Telaga Bagi Ekonomi,Keuangan dan Perbankan Islam

Archive for Juli 2009

Tengah-tengah

without comments

Dalam setiap diskursus peradaban dan pemikiran akan selalu mencuat kalangan –kalangan yang satu sama lain bersebrangan baik itu secara kontras atau setidaknya mempunyai titik singgung yang mencerminkan substansi dari sebuah kalangan lain pada ajaran,mazhab,pemikiran yang dianutnya.

Mudahnya, sebelum robohnya tembok Berlin, Dunia hanya terbagi dua blok.Amerika Serikat dengan sekutunya yang baik secara politik membentuk kubu liberal atau ekonomi dengan gaya kapitalisme klasiknya Vis A Vis dengan Unisovyet yang hasil interpretasi Lenin atas Das Kapital ke format Negara yang baik secara politik membentuk kubu komunisme atau Ekonomi dengan gaya sosialisme utopianya. Tetapi sejarah juga mencatat, kalau perang dunia I & II tidak sedang memberikan kemenangan kepada siapa-siapa, yang ada kekalahan sudah mutlak dialamatkan pada negeri-negeri dunia ketiga di sepanjang setengah penduduk dunia di Asia dan benua hitam Afrika.

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Juli 23, 2009 at 5:32 am

Ditulis dalam Fikrah, Tafakur

Di Antara Dua Belah Batu Karang

without comments

Di antara dua belah batu karang adalah sebuah judul pidato yang sangat monumental dari Bung Hatta. Pidato yang disampaikan kurang lebih berisi penegasan sikap negara Indonesia yang baru saja memproklamirkan kemerdekaanya dari penjajah kolonial Belanda dalam hal kemandirian bangsa di tengah percaturan dagang dunia.

Bung Hatta menegaskan keberpihakannya pada prinsip dan sikap yang berdikari serta berdaulat di tengah dua belah batu karang yang dilukiskan sebagai sistem Ekonomi berbasis Free Fight Liberalism dan sosialisme. Ke depanny, prinsip dan sikpa itulah yang kemudian diperjuangkan oleh para Ekonom UGM seperti Prof Mubyarto dan sekarang diwariskan pada “penerus” generasi “Ekonomi Konstitusi”. Maka tersebutlah nama-nama seperti Iman Sugema, Umar Juoro, Faisal Basri, Ichsanuddin Noorsy, Revrisond Baswir hingga Hendri Saparini dan Aviliani.

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Juli 19, 2009 at 9:28 am

Ditulis dalam Fikrah, Peristiwa Ekonomi dan Politik

Ditandai dengan

Seruan Ekonomi Islam pada Saya, Anda dan Kita para Pemilik Harta

without comments


  1. Jangan biarkan pesan-pesan mulia Islam dalam berekonomi hanya sekedar pesan yang hanya bermakna pada mimpi, harapan atau obsesi. Jangan biarkan teori-teorinya hanya menjadi fenomena-fenomena cerita tanpa realita. Mari wujudkan pesan-pesan mulia itu menjadi fakta yang benar-benar nyata. Kita jadikan teori-teori menjadi realita berupa data-data. Mudah saja untuk memulai, latih hati untuk semakin peka dengan keadaan sekitar kita dan kemudian perbanyak infak juga sedekah. Biasakan diri hanya berorientasi pada kebutuhan saja, karena kelebihan berapapun harta kita, ternyata mampu membuat orang lain tersenyum dalam hidupnya, atau sekedar menahan mereka untuk tidak mencuri barang satu malam untuk sesuap nasi bagi anak-anaknya.

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Juli 16, 2009 at 8:14 am

Dari Manusia Untuk Peradaban

without comments

Membaca Sejarah Kita

Adakah bangga dirasa ??

Kala sengat zaman nan garang

Pilukan ujung sembilu yang berang

Seakan hendak melawan tiran

Dari ujung pena

Dari goresan tinta

Dari jilid buku

Manusia bersyahadah pada Peradaban

Tapi ada yang inferior

Menatap Petronas begitu superior

Dari pojok kota yang kotor

Bersambung ke Eropa dan Yunanni

Ternyata Terkerdilkan oleh Syahwat Sendiri

Maka, Membaca takdir kita

Adakah takjub dirasa ??

Kala peta politik telah berubah

Dimensi geografis semakin tak tentu arah

Dan sandi peradaban bersyadahah

Kelancangan manusia sebagai arsiteknya

Itulah Budi pekerti tertinggi

Tak rendahkan manusia barang seujung jari

Tak agungkan Tiran walau sehelai rambutnya kemisik kasturi

Sejumput asa di pancang

Sebongkah dusta dibuang

Musafir ilmu enggan lelah mencari

Propaganda Tiran hantui massa

Tapi ia berfikir pasal cita-cita

Sistem Riba melaratkan bangsa

Tapi ia berceloteh tentang logika keberkahan

Skenario Politik Tiran tololkan bangsa

Malah coretannya berbicara tentang Keadilan dan Kemanusiaan

Maka itulah pelik dan rumitnya

Dan dari kemanusian tuk Peradaban

Bermula dari kemauan

Bogor

Written by Willy Mardian

Juli 16, 2009 at 7:58 am

Ditulis dalam Musyawarah Kata

Ditandai dengan

Pilpres: Menyalakan Lilin Bersama Raja’ Ibn Haiwah

without comments

“Assalamu’alaikum, wahai Raja!”

-Sa’d ibn Waqqash, ketika membai’at Mu’awiyah ibn Abi Sufyan-

Al Imam Ibnul Atsir dalam Al Kamil fit Tarikh 3/405 merekam adegan pembai’atan Mu’awiyah oleh Sa’ad ibn Abi Waqqash ini. Awalnya Mu’awiyah marah. “Apa salahnya Anda memanggilku Amirul Mukminin?”, katanya. “Demi Allah”, kata Sa’d, “Aku tidak suka memperoleh apa yang kau dapat dengan cara yang kau gunakan!”

Ya, wajar bagi Sa’d mengatakan demikian. Beberapa hari sebelumnya, sang keponakan, Hasyim ibn ‘Utbah ibn Abi Waqqash menghadapnya disertai perwakilan berbagai kabilah. “Demi Allah wahai Paman”, kata Hasyim, “Ada seratus ribu pedang terhunus yang berpendapat bahwa engkaulah yang paling berhak memegang kepemimpinan kaum muslimin!” Sang keponakan mungkin benar. Dari kesepuluh sahabat Rasulullah yang beliau jamin ke surga, tinggal Sa’d ibn Abi Waqqash yang kini masih hidup.

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Juli 8, 2009 at 3:58 am