Archive for Juni 2009
Refleksi Perjalanan Ekonomi Islam Di Indonesia: Antara Kapitalisasi Ekonomi Islam & Islamisasi Ekonomi Kapitalis

Islamic Banking
Judul ini saya angkat dari sebuah event seminar yang diselenggarakan oleh KSEI Progres STEI Tazkia. Dan banyak catatan kenyataanya di seputar perjalanan pengembangan Ekonomi Islam di Indonesia yang telah berjalan 20 tahun lamanya. Maka ia semacam muhasabah yang kita tempelkan atas perjuangan kita selama ini membumikan Ekonomi Islam di bumi persada yang memiliki jejak khasnya jauh sebelum hari ini menjadi euphoria.
Euforia selepas Krisis Keuangan Dunia yang meledak hingga membail out semua perusahaan Swasta yang di kemudian hari public lebih akrab mengenalnya sebagai pemanjaan terhadap para eksekutif perusahaan swasta Amerika Serikat. Dan saat yang sama kita menemui Ekonomi Syariah begitu banyak mendapatkan tempatan dan simpati dari para intelektual ekonomi dunia hingga para investor yang lebih memilih safety dan aman dengan berinvest di deposito berbasis skim mudharabah hingga gold dinnar. Tapi kalau mau dilihat dari kacamata kritis, Ada ketimpangan yang sangat jelas. Antara permintaan Industri Perbankan Syariah yang walau baru mencapai 2,3 % pangsa pasarnya namun telah berlari demikian kencang yang ditandai dengan pertambahan baru unit usaha syariah dan bank umum syariah yang mlai diancang-ancang akan dibuka akhir desember 2009 ini. Seperti BCA yang akan segera ancang-ancang membuka unit usaha syariah akhir desember ini belum ditambah di ranah politik, Ekonomi Syariah tak dilewatkan sebagai bagian dari agenda visi dan misi nya membangun dan membenahi pembangunan perekonomian Indonesiaseperti hal nya yang dtunjukkan oleh capres dan cawapres JK-Win yang menjanjikan market share Bank Syariah meningkat sebesar 25 %
Makna Massa Da’wah Kampus Dalam Membumikan Ekonomi Islam

Air Post Edisi Idul Fitri
Ya.kira-kira demikianlah saya hendak memberi judul pada tulisan saya yang kesekian kalinya ini menulis mengenai Ekonomi Islam. Bukan karena tanpa alas an justru saya begitu terpikat untuk menuangkan gagasan segar kepada para pembaca sekalian dan berbagi banyak mengenai petualangan saya di dunia media massa kampus. Siapapun akhirnya takkkan pernah bisa menyangkal bahwa jangan pernah meremehkan keberadaan hal-hal yang secara kasat mata dalam pandangan mereka yang terlalu sibuk dengan gagasan besar dan isu-isu di belahan dunia namun akhirnya terjebak pada budaya bangga diri dan terlalu biasa merendahkan tiap amal yang dihasilkan dari “tangan-tangan gaib” yang menatah peradaban dan ummat dari atas meja dan berlembar-lembar catatan “perjuangan”.
Sekali lagi Seputar Zakat !!
Afzhalurrahman dalam Economics Doctrines of Islam mendekripsikan bahwa Zakat memiliki makna “tumbuh”, “ suci”,”berkembang” yang semuanya mengarah pada penyucian jiwa itu sendiri sebagai sebuah bentuk “obligatory to God “ bukan sekedar amal sumbangsih atau charity dan bukan pula pajak yang dibebankan dan memberatkan atau Tax namun, masih menurut Afzhalurrahman , ZAKAT demikianlah tetap disebut sebagai zakat pada term apapun .”Obligatory to God sendiri juga memiliki makna sebuah ibadah, namun disisi lain Zakat memberikan tambahan atau asupa spiritual yang mampu menyehatkan jiwa dan menyucikan harta dengan membayarkannya melalui Baitul Mal untuk kemudian disalurkan kepada kalangan-kalangan yang berhak menerimanya .Inilah salah satu point yang mencerahkan dan dapat dirasakan manfaat yang berkali-kali lipat justru di saat harta kit secara hitungan kalkulatis telah dikurangi nishab zakat sebesar 2,5 %
Da’wah Kampus Di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Adalah Keharusan

STEI Tazkia
Rekontruksi adalah serangkaian Proses. Ia memerlukan usaha multi sikap dari para intelektual yang memiliki latar belakang pendidikan dan sisplin yang berbeda . Seluruh konsentrasinya dan fokusnya adalah dalam rangka segala usaha lintas disiplin ilmu untuk merekonstruksi peradaban kaum muslimin kembali (Ziauddin Sardar, Islamic Future: The Shape of Ideas to Come)
Membaca buku yang ditulis oleh akh Arya Sandiyudha “Renovasi Da’wah kampus” semakin menguatkan tema wacana ini menuju alam yang nyata. Kalau selama ini telah dipandang umm dan wajar geliat dan restrukturisasi bangunan da’wah kampus yang notabene menda[patkan tempatnya di kampus-kampus “Konvensional” maka wajar jugakah keberadaan pergerakan dakwah kampus di Sekolah Tinggi Ekonomi Islam ?
Segores Catatan Dari Konferensi Mahasiswa Muslim Indonesia
Hari kemarin seharusnya menjadi hari luapan dari selesainya ujian UAS bagi saya tetapi ada agenda yang belum selesai. Yach salah satunya menghadiri sebuah perhelatan akbar dengan undangan atau peserta dari pelbagai Lembaga Da’wah Kampus seIndonesia dan termasuk juga LDK Al Iqtishod STEI Tazkia turut serta menjadi tamu undangan dal;am Perhelatan akbar yang bernama Konferensi Mahasiswa Muslim Indonesia yang pertama kalinya diselenggarakan di Auditorium Fakultas Hukum Universitas Indonesia dengan FSLDKN dan SALAM UI sebagai penyelenggaranya.








