Menjelang Petang
Menjelang Petang
Menatah Matahari
Ketika terbangun dengan geliatnya
Dari lelapan mimpi
Cerita seperti dimulai
Semua bergegas
Tanpa permisi
Tanpa basa basi
Kalau semua harus merajut lagi
Percak-percak ilusi duniawi
Entah berapa bongkah kepekaan
Harus terpecahkan
Entah berapa ton ketololan
Harus diabaikan dari ruangan ummat
Sampai senja bercengkrama
Bersama hujan
Jalanan pedesaan yang lengang
Dan gegumam masjid
Menhiasi serangkaian amanat
Ketika manusia telah penat
Dalam epistomologi barat
Industri raksasa; mesin pembunuh rasa malu & dosa
Kampus-kampus; pabrik cacatnya mental dan serombongan
Manusia rombeng bersarjana
Di Petang hari
Kala azan telah berdiri
Kamu dan aku masih menanti
Labuhan nurani
Berangkat lepas menuju
Samudera lepas nan bebas
Aaah …catatan belum lagi usai
Tapi di ringisan di Ghaza dan Darfur sana
Belum lagi usai terburai
Di petang hari
Kala azan telah berdiri
Ada seonggok jasad sibuk berlari
Kepingan ilusi duniawi
Tercelup di ember apar








