Telaga Kautsar

Menjadi Telaga Bagi Ekonomi,Keuangan dan Perbankan Islam

Archive for April 2008

Memperbaiki Diri Sebelum Memperbaiki Sistem

without comments

Islam4AllBismillahirahmanrahim

berikut ini merupakan sebuah nasihat pendek dari salah seoranng ulama besar islam di era kontemporer, yakni Dr Yusuf Al Qaradhawi , yang dinukil dari salah satu karya agungnya dan banyak memberikan manfaat yang besar kepasa mereka yang membacanya. Secara garis besar Dr Yusuf Al Qaradhawi ingin mengeskan di antara sekian banyak prioritas yang wajib ditunaikan oleh kaum muslimin terhadap perubahan suatu kondisi adalah perubahan yang paling banyak bererti dalam diri seorang muslim merupakan langkah awal menuju perubahan besar yang mempengaruhi tatanan dunia dan seisinya .Adalah musthail rasanya bila masih saja dijumpai euforia-euforia yang mengiringi sebuah fenomena baru dan dianggap sangat brilyan menjadi tumpuan harapan akan kebangkitan kembali ummat islam dan diterapkan ajaran demi ajaranya di tiap lini kehidupan masyarakat. Namun yang sangat disayangkan masih banyak orang yang begitu dilalaikan sibuk pada perkara besar namun sekit sekali manfaatnya dibandingkan dengan mempertahankan yang sedikit namun bila berkesinambungan akan jauh lebih dahsyat pengaruhnya dalam mendalangi tiap agenda perubahan .Demikian lah setidaknya yang ingin ditegaskan Dr Yusuf Al Qaradhawi dalam tulisan berikut ini :

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

April 21, 2008 at 7:08 am

Ditulis dalam Fikrah

Jalan Panjang Generasi Perubahan

without comments

Jalan Panjang Generasi Perubahan

Ingin kukirimkan sejenak rimbun kata sesudah ashar tatkala senandung asma husna membelah jiwa yang hampa hidayah dan bercengkrama bersama pikiran besar untuk dicairkan di tiap lembar .Ingin kukirimkan separuh dukaku pada keangkuhan bebukit dan gunung belakang lonceng , tentang sayatan pedih pejuang yang memilih jalan kematiannnya di ujung lorong panjang hanya sunyi sendiri .Saat harapan yang hanya secawan , terhempas deru sengit perdebatan dan tak ada lagi disini kepalantangan meninju langit kecuali dunia pondok yang menjenuhkan

Tiada mengapa bila ia mampu mendobrak dominasi jahiliyah , jahiliyah yang tidak selalu lekat dan identik dengan keterbatasan , jahiliyah yang diwariskan tiap dekade zaman . Pada transformasi yang kian memukau sekaligus menjerat , bermuara kebodohan dan kemusyrikan lalu membiarkan diri dipenjara oleh sederet doga,-dogma using dan diterjemahkan mkini menjadi “ akidah” tersendiri .

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

April 17, 2008 at 1:30 pm

Catatan Koeliah : Kebijakan Moneter

without comments

Catatan Kuliah Pengantar Ekonomi

Dalam kajian ekonomi makro , terdapat dua kebijakan yang sangat berpengaruh pada permintaan agregat yakni kebijakan Moneter yang selalu berkaitan dengan bagaimana pemerintah mengarhkan ekonomi makro kea rah yang lebih baik dengan cara mengendalikan jumlah uang yang beredar di tengah masyarakat dan kebijakan fiscal yang juga selalu berkatan dengan bagaimana pemerintah mengarahkan ekonomi makro kea rah yang lebih baik dengan mengatur anggaran pemerintah yang akan terbagi menjadi anggaran deficit dan anggaran surplus .

1. Kebijakan Moneter

Bertujuan mengarahkan ekonomi makro kea rah yang lebih baik dengan jalan mengatur peredaran jumlah uang yang beredar , baik itu memperbanyak atau mengurangi jumlah uang yang beredar tersebut di tengah masyarakat lalu mengalirkannya ke otoritas Moneter

1.2 Instrumen –instrumen kebijakan Moneter

Instrument-instrumen kebijkana moneter sangat membantu mengatur penawaran uang yang seirama dengan permintaan riil terhadap uang dan memenuhi kebutuhan untuk membiayai defisit pemerintah

Ø Operasi Pasar Terbuka

Jika pemerintah sebagai penentu kebijakan yang mengatur peredaran uang menginginkan jumlah uang yang beredar di tengah masayarakat berkurang maka pemerintah menjual surat-surat berharga .Sehingga lebih dialihkan ke otoritas moneter namun jika sebaliknya yakni pemerintah menghendaki jumlah uang yang beredar di tengah masayarakat tersebut bertambah , maka pemerintah membeli kembali surat-surat berharga seperti bila di Indonesia , tersedia fasilitas surat berharga seperti SBI( Sertifikat Bank Indonesia ) , SBPU (Surat Berharga Pasar Uang )

Ø Diskonto

Tingkat bunga yang ditetapkan Pemerintah terhadap bank-bank umum yang meminjam ke bank sentral .Jika pemerintah sekali lagi , menghendaki jumlah uang yang beredar di masayarakat bertambah maka pemerintah menurunkan tingkat bunga yang dberikan terhadap bank-bank komersil terhadap bank Indonesia . Namun apabila pemerintah menginginkan jumlah uang yang beredar berkurang, maka pemerintah hanya menaikkan tingkat suku bunga sehingga penambahan jumlah uang dapat ditahan

Ø Rasio Cadangan wajib

Penetapan rasio cadangan wajib juga dapat menyubah uang beredar jika rasio cadangan wajib diperbesar , maka kemampuan bank memberikan kredit akan lebih kecil disbanding sebelumnya

Ø Imbauan Moral

Dengan imbauan moral , otoritas moneter mencoba mengarhakn atau mengendalikan jumlah uang beredar .Misalnya Gubernur Bank Indoensia dapat memberikan saran agar perbankan berhati-hati dengan kreditnya

Written by Willy Mardian

April 16, 2008 at 10:19 am

Ditulis dalam Tjatatan Koeliah

Bangkit…Berdiri …dan Optimislah

without comments

Memandang Jauh ke Depan Harapan adalah jawaban terindah saat gagal karena sebenarnya kegagalan mengajarkan kita bahwa jalan yang kita tempuh adalah salah.(suara bijak)

Kawan ..tak ada yang lebih berguna di atas segala kesulitan yang mendera selain kian menyandarkan kepercayaan dan kemampuan hanya pada Yang Maha Memberikan Kekuatan tak terhingga dan taia suatu apapun dapat menimpa selain dari kehendakNya yang telah tertulis dan ditetapkan dalam Lauhul Mahfuz. Ini perkara yang setidaknya membangunkan kita dari kelalaian sebenarnya di tiap jengkal kehidupan bernafaskan persaingan dan arogansi.maka tidak salahnya tulisan pendek ini mencoba kembali mengangkat garis merah , ada apa dibalik kegagalan dan harapan yang terkadang berjalan berurutan dan seiya sekata .

Antara jasad yang berkeringat lelah dan dihadapkan pada serangkaian realita yang berbanding terbalik dengan setumpuk harapan dan gagasan ideal .Gagasan Ideal tentang cita-cita masa depan yang terlukis cemerlang , gagasan utuh tentang harapan murni jasa bakti teruntuk kedua orang tua yang disayangi atau setumpuk cita-cita yang lebih muliah dan agung di atas itu semua .

Dari kedua jalur yang bernama realita , realita yang terkadang menjebak pejuang sejati terpenjara dalam pandangan dan sejumlah prisnsip yang pragmatis .Atau garis lain yang penuh dengan warna-warna idealisme yang sama halnya dengan garis pertama , meniduri dan meninabobokan dengan ide terlampau khayali atau bahasa simplenya “ muluk-muluk”. Disinilah Optimisme harus bermain dengan cantik . Mengatur ruang-ruang kecil yang belum tersisa dan menarik nafas jeda di antara perjuangan dan harapan , dan menghitung ulang langkah-langkah yang telah berjalan .

Sejatinya Optimisme merupakan lebih dari sekedar bergilirnya etape nafas manusia yang telah menjelma rutinitas . Ada saat ghirah bergolak kencang dan ada pula berjalan terengah-engah bahkan berhneti seketika. Namun ia adalah nyawa yang kan terjaga dalam dada tiap pemuda yang mencintai bangsa dan negaranya, seiring terjaganya denyut keimanan pada Allah Ta’ala dan ketaatan jiwa mendekat pada Sunnah RasulNya .

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’, (Al Baqarah:45)

Dia-lah yang telah menurunkan ketenangan ke dalam hati orang-orang mukmin supaya keimanan mereka bertambah di samping keimanan mereka (yang telah ada). Dan kepunyaan Allah-lah tentara langit dan bumi[1394] dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana,(Al Fath:4)

Optimisme yang kan berkobar dan tersadar dari pertanyaan besar , mengapa ia harus berjuang dan berkorban untuk mendapatkan hal tersebut ? dan untuk siapa ia berjuang dan apa hasil perjuangannya ? aakah telah diridhai oleh Allah dan bermanfaat untuk orang banyak ? adakah ia menjelma pelopor kebaikan atau malah menjadi pionir-pionir kebathilan

“Tebarkan Benih , tanam yang ada di tanganmu …………!”( Amr Khalid )

Written by Willy Mardian

April 14, 2008 at 3:03 am

Ditulis dalam Fikrah

Ditandai dengan

Akuntansi: Milik Umat Islam

without comments

Tatkala saya masih duduk di bangku kelas 12 SMA jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial , yang selalu saya ingat dari nasihat guru-guru saya khususnya tatkala kami memulai mempelajari Akuntansi yang “resmi “ diberikan setelah melalui penjurusan . Akuntansi sebuah ilmu yang kerap diidentikkan pada sejumlah paradigma yang sempit atau gambaran pembukuan yang rumit dan ‘ njelimet “ apalagi setelah mendapatkan banyak cerita dari kakak-kakak kelas yang juga dari jurusan yang sama kemudian sikap teman-teman bila dulu mulai ada sebuah kecendrungan masuk jurusan IPS malah setelah ada penjurusan mlai bangga dengan sejumlah predikat “wajah rumus” pada mereka yang masuk jurusan IPA . Fiuh ada pesta paradoks yang berulang tercatat sejumlah pesta paradoks akan dikotomisasi Ilmu pengetahuan atau yang lain dalm bentuk tak jauh berbeda paradigma sempit selalu ditebarkan kemudian cukup lah ilmuwan sekuler barat yang berpulang sebagai tempatnya memnta keputusan perusahan muslim di bidang Akunta nsi . Hingga biarlah waktu yang menjawab betapa urgennya PASAR kembali bertemu dan berrsua dengan MASJID , hingga biarlah segelintir gelombang fenomena mendebur dan memukul dada kaum muslimin mempertemukan keduanya pada jalinan yang romantis dan harmonis , seperti sedia kala misi Khalifah Abu Bakar Ash Shidiq yang gilang gemilang menciptakan kestabilan perekonomian Madinah , misi yang kini kelabu dan nampak bak utopia , bila Masjid yang hidup maka otomatis pasar kan tumbuh dengan subur namun bila pasar yang hidup masjid akan redup .

Sayangnya sejak kejatuhan Daulah Khilafah Islamiyah di Turki pada tahun 1924 karena lebih banyak diakibatkan keterpurukan moral pejabat khalifah dan desakan seorang Mustafa Kemal Atturk ke konsep negeri sekuler , misi tersebut kian meredup dan hanya lelaki tua nan renta pulang dan pergi ked an dari masjid .tentunya ada pertanyaan dalam dada teman-teman bukankah tatkala kita mengambil jurusan Akuntansi Syariah sudah pasti kita akan mempelajri seluk-beluk akuntansi Syariah tersebut ? saudaraku, garis-garis yang kini membedakan mana si pemuda yang tahu dan telah mengembara ke berbagai kitab seta majelis ahli ilmu adakah jaminan untuknya segera beranjak menuju “mau” atau mereka yang “mau” namun karena hanya di bekali dengan semangat yang bergejolak untuk segera mengobarkan obor-obor Ekonomi Syariah tanpa bekal di perjalanan panjang yang cukup , garis-garis yang telah menyeleksi dengan bijak dan perhatian tanpa bermaksud untuk mengesampingkan apalagi mencoret hanya saja disini level-level pahala utuk mereka yang berjuang akan sangat bertolak belakang untuk sang pemuda berbekal ilmu tanpa amal dengan san pemuda lain beramal tanpa ilmu hingga ia dikembalikan pada rumusan agung yang selalu berjalan identik dengan nilai-nilai islam yang tawazun dan moderat .

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

April 10, 2008 at 9:21 am

Ditulis dalam Khazanah

Ada Apa dengan Matrikulasi

without comments

Fren berikut ini sebuah tulisan yang disusun oleh salah seorang sahabat saya di Matrikulasi , sejatinya ada banyak fenomena yang berlaku dalam suat asrama namun kesemua tesebut bila di telaah secara mendalam maka garis merahnya adalah bagaimana Matrikukasi itu sendiri sebagai jawaban atas segala kenyataan dan solusi yang menjawab dengan eksplisit secara sederhana tanpa banyak argumen dan teori atau tantangan yang tengah menanti di hadapan sekeluarnya kita , para Mahasiswa tahun pertama , adalah ujian yang sesungguhnya tersulit namun sekaligus termudah .Tersulit karena boleh jadi ia bukan lagi berbentuk ujian dengan sebuah ruangan segi empat dengan berjejer kursi kemudian seorang pengawas yang mengawas dengan mata penuh selidik . Termudah karena boleh jadi jawabannya tak memerlukan banyak rumus dan setumpuk diktat kuliah , mudahj karena setiap hari kita masih mampu membuka buku petunjuk yang telah ada di depan mata sejak 14 abad yang lalu , dialah Al Qura’an. dan jejak-jejak kesucian penuh teladan , dialah Sunnah Rasulullah Shalallahu alaihi wassalam . yang kita diperintahkah kuat erat menggigitnya agar tak tersesat di jalan yang lurus beserta sunnah Khulafarasyidin . inilah serangkain hikmah terindah yang cuba dirangkai oleh penulisnya tentang Matrikulasi dan kedewasaan menempa kemampuan serta jati diri . Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

April 9, 2008 at 2:28 pm

Intisari Sebuah Semangat

without comments

intisari sebuah semangat .Mereka akan bersumpah kepadamu dengan nama Allah, ketika kamu
kembali kepada mereka, agar kamu berpaling dari mereka. Maka
berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya jiwa mereka itu kotor
dan tempat mereka adalah neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa
yang telah mereka kerjakan
” (At – Taubah : 95)

Jika cinta dan kemunafikan telah berdiri dalam tempat yang sama,
maka garis tipis antara nurani dan syahwat memang akan sulit untuk
terlihat berbeda. Inilah kisah gemuruh pembantaian, penindasan dan
otoritas dari orang – orang yang tidak pernah mengerti objektifitas
dari “untukmu agamamu dan untukku agamaku”(Qs 109) lalu coba
berkelit dari realitas yang sudah jelas di tulis bahwa Tidak ada
paksaan dalam mengikuti agama Islam
(Qs2:256).

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

April 6, 2008 at 7:33 am

Ditulis dalam Fikrah

Ditandai dengan ,

Penjajahan Korporasi Asing terhadap Migas Indonesia

with 2 comments

Pada saat kami menuliskan release ini, Christopher Lingle di harian Jakarta Post (20/02/08), dalam artikel yang berjudul “Restoring Indonesia’s economy to a higher growth path” mencatat bahwa pengangguran di Indonesia mencapai 40% dari total angkatan kerja. Selain itu, Bank Dunia menyebutkan sekitar 49, 5% Rakyat Indonesia berpendapatan di bawah 2US$/hari. Di sektor pendidikan, yang menjadi pilar utama pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), justru menggambarkan situasi yang lebih miris. Menurut data Susenas 2004, dari penduduk usia sekolah 7–24 tahun yang berjumlah 76, 0 juta orang, yang tertampung pada jenjang SD sampai dengan PT tercatat baru mencapai 41, 5 juta orang atau sebesar 55 persen.

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

April 1, 2008 at 1:59 pm

Ditulis dalam Peristiwa Ekonomi dan Politik

Ditandai dengan

Meledakan Kesabaran

without comments

Written by Willy Mardian

April 1, 2008 at 8:58 am

Ditulis dalam Fikrah

Ditandai dengan