Archive for Maret 2008
BiarKanlah GAZA Berbicara
Hanya untuk kecermerlangan mentari di sore hari
Atau nafas terengah-engah mengendarai warna-warni udara
Bermain bersama deru peluru dan aku ingin sekali bersama kalian
Menghirup lepas angin kemerdekaan
Kemerdekaan benar-benar merdeka
Walau seribu decak angkara memenjara
Di Gaza dan masjid-masjidnya
Para orang tua merintih pedih membacakan salam perpisahan
Juga salvo kemenangan
Bila Ujian Sederas Air Hujan
Ada masa yang berlalu lalang mendekorasi tiap lilin kehidupan manusia, masa-masa seorang pemuda dengan sederet kisah cintanya . atau masa seorang mahasiswa bersama segenap cita-cita yang membumbung tinggi , mengalahkan keterbatasan dirinya . Atau ada masa yang melintas terminal-terminal kehidupan di hari ini yang dijalani bersama selembar perisai ketabahan yang menantang tajam bertubi—tubi ujian menghadang di tengah perjalanan panjang atau setumpuk masalah yang dihadapi penuh senyuman yang menyiratkan kerendahan hati dan keluasan ilmu pengetahuan seakan dirinya bak samudra dalam yang baru saja setetes cuka menetes ke dalamnya. Baca entri selengkapnya »
WhatEver lah
Lebih terjerumusnya langkah tubuh yang bermandikan dosa menuju kesempitan hidup tentang sejumlah fenomena yang ku luput dari mencatatnya , atau segelintir tragedy menyapa silih berganti tiap lubuk jiwa pemuda , ahk kadang masih jua lalai dalam menunaikan hakNya , sementara di luar sana hari-hari berganti dengan peluru dan darah , di luar sana entah berapa juta pemuda terkontanminasi dengan pemikiran syubhat , entah berapa juta ummat islam tertindas kuku –kuku tajam konspirasi dunia ketika zionisme mengkangkangi dunia . disini kumpulan harokah islam beradu argument , jatuhkan antara yang satu dengan yang lain di sebuah pojok kelas masih ada selalu tikaman-tikaman bernafas dalam balutan diskusi . Namun pena ini , Demi Allah Yang Maha Agung lagi Maha Perkasa , takkan lelah di cabar jua tuduhan yang datang.
Kerinduan
Kerinduan memancar kuat di ruang-ruang relung jiwa ini , Kerinduan memeluk erat dan mata hati yang bersarang pada jiwa yang haus akan petunjuk , kerinduan pada berjumpa dengan sang kekasih Rabbul Izzati yang merasuk sukma dalam tiap jengkal shalawat dan al matsurat atau saat namanya disebut , bergemuruhlah dada ini dengan sontak lisan mebrikan salam istimewa teruntuk sosok yang sangat dielu-elukan dan jua dirindukan ini , Kerinduan pertemuan orang-orang atau jiwa-jiwa merindui akan kerinduan dipertemukan dalam Telaga Al Kautsar , mengecup nikmat terindah dan agung , sebuah nikmat yang belum pernah didapatkan selama di dunia , berlimpah-limpah nikmat digenapi saat itu juga bersamaan dengan lenyapnya berbagai penderitaan dan kesusahan .Kerinduan yang gemuruhnya kian memotivasi jiwa-jiwa haus petunjuk untuk terus melakukan ketaatan serta amal shalih . kerinduan yang bisikannya kian membuka kedua belah telapak tangan sebelum fajar dan pertengahan hari mengeja rangkaian panjang munajat , mengetuk pintu langit , kerinduan inilah yang dirindukan hamba-hambaNya yang beriman walau ia tetaplah berjalan manusiawi namun jua merindukan dapat segera pulang berjumpa kedua orang tuanya nun jauh di pelosok sana.








