Archive for Februari 2008
Sekedar Coretan Sederhana
sejatinya ada banyak yang ditulis hari ini , tentang kemarin seusai membaca bukunya Anis Matta yang berjudul ” Mencari Pahlawan Indonesia ” atau hari-hari ini yang berlalu dengan begitu banyak hal yang menyenangkan terlepas dari sekian tawa dan kata-kata
Blog gue yang baru aja gue bikin merupakan back up dari site resmi gue yang ada di multiply ga tau kenapa kampus gue ngeluarin kebijakan dilarang mengakses sit tertentu like fs DLL
walau hari ini kesibukan untuk kuliah dan menyiapkan diri menuju Uts telah menyita kesibukan gue kembali menyusun sebuah tulisan . ada begitu banyak tema yang berkelebat lalu berbayang masuk dalam sebuah buletin kampus atau terpampang di seabuh mading kampus , ketakutan selalu ada beradu cepat dengan suara-suara keberanian ntara kritikdemi kritik yang berujung dengan komentar tak berarti dengan sejuta sanjungan serta pujian yang kadang membutakan mata hati, atau terkadang menenggelamkan lebih dalam tak segan-segan mulai bersikap arogan
sejatinya islam tu selalu mengajarkan agar selalu bersanding dengan nilai-nilai tawazun yang menetralkan idealisme terlalu utopia dengan realitas yang cenderung pragmatis . sedangkan fenomena demi fenomena berlaku dan berputar kencang lalu mengubah suasana kian tegang bukan ketakutan yang harus disikapi dengan ketakutan pula , calm down dikit la klo kata temen gue atau pas masih SMA terkenal sangat slogan ‘ selon ,selon” alias nyantai-nyantai
Bismillahirahmanrahim
Abu Ubaid
ABU UBAID
Yassin El Cordova
Bunyi gedor pintu di shubuh hari
Berirama dan bertabuhan
Wajah-wajah kusut dan rambut acak-acakkan
Perlahan-lahan keluar pelan tergontai dari balik kamar
Percik wudhu gemercik nyaring membelah sunyi
Bersama derap suara anak tangga dijejaki
Jasad-jasad berkain sarung serta kemeja
Hingga semayup lantunan kalam illahi
Membakar selaput malas di kedua bola mataku
Kelebat bayang ranjang kamar dan selimut
Begitu menggoda untuk ditinggalkan Baca entri selengkapnya »
Perjalanan
Perjalanan Dan inilah seruan pendek teruntuk mereka yang masih jua berbalut selimut seusai jamaah shalat shubuh , 24 jam waktu yang melimpah telah membedakan jiwa-jiwa pemenang yang berkarnaval dengan kawalan malaikat atau jiwa-jiwa tertuntuk lesu serta gemertak gigi disertai umpatan-umpatan penyesalan berulang yang berkonvoi ria dengan nyanyian terburuk bala tentara Iblis , 24 jam waktu yang melimpah telah membedakan seorang Al Muhandis asy Syahid Yahya Ayyash , Wafa Idris, Hasan Al Banna , Sayyid Quthb , Muhammad ad Durra , Mustafa As Siba’I, dengan penjagal tanah Balkan yang mati mengenaskan di ujung pistol miliknya sendiri , dengan sederet penguasa lalim kelas kakap mengakhiri hidup bersama ketakutan menjelang maut dan kutukan berantai tujuh turunan dari seantero penjuru alam , 24 jama waktu yang terbuka lebar telah memapu membedaka seorang ketua yayasan Tazkia Cendikia yakni Muhammad Syafi’I Antonio , atau pengaggas dimensi ESQ yakni Ary Ginanjar Agustian , dan sejumlah enterprenuer dunia semisal Donald Trumph , Robert Kiyosaki dengan penjual martabak di sepanjang jalan jambatan merah misalnya dan perhatikanlah hakikat ini berjalan beriringan tanpa sandiwara tanpa retorika penghias lisan sebuah produktifitas antara kedua belah mata pena kerja, dengan kasur empuk serta selimut , antara kedua belah lengan bercucuran keringat dan bola mata yang terkadang tak mampu memejamkankannya barang sejenak kerana ia yakin tiada istirahat sebelum menapakkan langkah kakinya di surga “La Rohata Illa Bil Jannah “ serta yakin tiada dapat ia berbaring pulas kecuali pengampunan atas dosa-dosa kecil telah menyelubunginya bersama doa-doa para malaikat yang selalu mendoakan dan mengatakan “dialah hamba yang dicintai Allah “ . Dengarkanlah wahai kawan inilah seruan singkat dari seorang pemuda di antara kalian kepada seluruh pemuda yang mencintai bangsa dan negaranya, kepada seluruh pemuda –pemudi yang mencintai serta merindui kebangkitan islam di tanah air yang mereka mencintainya , kepada seluruh pemuda islam yang berjibaku dengan pena dan tinta lalu bermandi peluh dalam keringat dan sejuknya basuhan air wudhu lima kali sehari ,dan kepada pemuda islam yang belum mampu jua membelalakan kedua bola matanya akan hakikat beradu dengan sampul-sampul serta kemasan sebuah bangunan fenomena yang datang dihembus media lalu lenyap seiring datangnya gelombang fenomena lain. Baca entri selengkapnya »








