Telaga Kautsar

Menjadi Telaga Bagi Ekonomi,Keuangan dan Perbankan Islam

Archive for Januari 2008

Terminal Sederhana

without comments

Inilah terminal sederhana

separuh senja membakar dan beruntai

burung-burung bertengger di atas

gedung Ibnu Khaldun

Ini Terminal sederhana

dengan ucapan sama

di tahun lalu berselubung duka

dan atas alasan apa

mulut kita basah bermoga-moga

Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Januari 28, 2008 at 1:26 pm

Ditulis dalam Musyawarah Kata

Untuk Sahabat

without comments

dan harus kujawab rentak dingin malam bersama diriku sendiri

tanpa ada cerita

                  atau

                   sejumlah tawa

menyelimuti diamnya diriku di pojok rak buku atau mihrab masjid

tanpa ada tanya

                  atau

                  sejumlah sapa ceria Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Januari 28, 2008 at 1:18 pm

Ditulis dalam Musyawarah Kata

Pemikiran Ekonomi Islam Ibnu Khaldun

without comments

Ibnu Khaldun juga banyak memberi kontribusi bagi pengembangan ilmu ekonomi. Tak heran, bila dia juga dijuluki sebagai `Bapak Ekonomi’. Gagas dan pemikiran tentang ekonomi Ibnu Khaldun telah mengilhami sejumlah ekonom terkemuka. Empat abad setelah Ibnu Khaldun berpulang, pemikirannya tentang ekonomi muncul kembali melalui Adam Smith serta David Ricardo.

Setelah itu, Karl Marx serta John Maynard Keynes juga banyak menyerap pemikiran Ibnu Khaldun. Salah satu pengaruh pemikiran Ibnu Khaldun yang diadopsi Karl Marx antara lain, mengenai dialektika yang saling mempengaruhi antara pemikiran dan dasar material. Selain itu, mengenai beberapa cara spesifik variabel ekonomi, khususnya dengan peran tenaga kerja dalam hubungan sosial.

Ibnu Khaldun begitu menghormati tenaga kerja sebagai salah satu dari dasar utama masyarakat dan diskusi tentang profit sebagai nilai yang didapat dari pekerjaan manusia. Pemikiran ekonomi Ibnu Khaldun menggabungkan hablum minallah dan hablum minnanas.

Ia mendefinisikan ekonomi secara sosial sebagai aktivitas ekonomi yang dipengaruhi oleh interaksi sosial dan sebaliknya mereka mempengaruhinya. Prespektif tersebut digunakan Ibn Khaldun dalam menganalisis nilai pekerja manusia, dalam arti mata pencaharian dan stratifikasi ekonomi sosial. Ibnu Khaldun juga berpendapat bahwa organisasi sosial adalah ’sesuatu yang diperlukan’ bagi usaha manusia dan keinginannya untuk hidup dan bertahan hidup ‘dengan bantuan makanan’. Untuk mencapai tujuan ini kemampuan individu saja tidaklah cukup.

Dalam Al-Muqqadimah, Ibnu Khaldun juga memberikan keutamaan, bukan eksklusif, posisi faktor ekonomi dalam sejarah. Aktivitas intelektual dari manusia, seni dan ilmu pengetahuan, sikap dan perilaku moralnya, gaya hidup dan selera, standar kehidupan dan adat didefinisikan Ibnu Khaldun melalui derajat atau tingkatan produksi. hri

Written by Willy Mardian

Januari 28, 2008 at 6:28 am

Ditulis dalam Khazanah

Bila Tak Syukur Lalu Apa ?

without comments

Alhamdulillah …

cuman itu lah kata yang simple namun dalam untuk mengekpresikkan cinta yang lama bersemayam dalam relung nurani ini , setelah sekian lama tidak kembali menulis baik menulis secara manual di buku harian gue ataupun di blog gue yang baru aja dirilis ini ada banyak pengalaman sepanjang jalan yang kadang terlalu sulit diungkapkan melalui lisan ,ada terlalu banyak momen-momen indah di luar sana yang sepantasnya terekam dengan eksklusif dan berharga dalam untaian kata-kata yang tentu selalu indah dipandang mata dan sedap di tengah taman nurani bila diikat dengan ikatan syukur dan sabar

Alhamdulillah

ga cuman terbatas pada ungkapan penghias khutbah atau sekedar ucapan terimakasih pada Rabb kerana hari yang dijalani lebih dari sekedar cukup namun ia berkeluh kesah bila rejekinya seret dan pelbagai ujian yang menghadang dirinya selepas menikmati hidup dengan penuh kecukuipan materi sedang ada banyak orang memaknai sabar bagai tampar pipi kanan berikan pipi kiri atau tiap saat mendengar inflasi atau resesi ia hanya mampu mengurut dada entah untuk yang ke berapa kali dan termangu saat membaca berita koran atau siaran berita di pagi hari seusai bangun tidur ditemani dengn secangkir kopi panas kental bersama sepasang roti tawar isi coklat tentang anak-anak korban perang tak memiliki hari selain berkencan bersama dentum bom dan peluru sedangkan dirinya hanya mampu menyalahkan seraya mengamini tiap ucapan pejabat israel dan PBB ” salah mereka la “

jujur bro negeri ini udah terlalu padat dengan wajah-wajah orang bingung yang tak lagi mampu membedakan kebenaran dengan syubhat yang menyelubungi kebathilan agar selalu tampak bak kebenaran yang tak terbantahkan sejatinya mereka merupakan sekelompok cendikiawan dan kalangan akademisi bentukan barat dengan mudah melalui tulisan-tulisaanya yang dicetak eklusif dan platinum selalu terlacak dangkalnya logika yang dijadikan nalar untuk berpikir

terlepas dari semua itu sudah semestinya fenomena demi fenomena yang berlaku tiap harinya , semakin menguatkan kesadaran kita sebagai makhluk yang dhaif dan tak mampu berbuat barang sedikit pun tanpa kebijaksanaan Allah Ta’ala semakin hari umur yang berkurang semestinya kain menajamkan pola pandang dan pikir kita semakin dekat dengan cara akhirat memandang dunia

Written by Willy Mardian

Januari 23, 2008 at 4:20 am

Ditulis dalam Catatan Harian

Ditandai dengan

It’s About Brothership

without comments

Syahdan , tatkala hari hening dari jeritan nurani atau tatkala hari terasa ringan menenteng beban bersama kehangatan mentari pagi atau derasnya langit menumpahkan keringatnya ke bumi

Dan seorang saudara kala itu lebih berereti daripada sekerat roti , seulas senyum dan sapaan penuh dedikasi , hari itu , adalah jauh lebih berat tersimpan batuan alam yang menerangi kegelapan Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Januari 17, 2008 at 9:47 am

Ditulis dalam Dunia Buku, Fikrah

Ditandai dengan

Mengapa Saya Menulis

without comments

A short article by Yassin El Cordova

catetan

Menulis …bukan karena terdesak kebutuhan ekonomi atau mencari popularitas yang memuja famous sang penulis namun menulis dalam pandangan seorang ulama seperti Al Imam Ibnu Qayyim Al Jauziyah ibarat menangkap seekor binatang buruan sedangkan ilmu adalah binatang buruan itu sendiri , dalam menulis ada banyak hal mencerahkan tatkala kita tengah ,atau telah menyelesaikan tulisan . itulah mengapa seorang praktisi perbukuan indonesia ,Pak Hernowo memiliki sebuah rubrik yang ia kelola dalam suatu website penerbit buku nasional dan ia memberi nama rubriknya tersebut dengan ” plong’” Baca entri selengkapnya »

Written by Willy Mardian

Januari 17, 2008 at 9:46 am

Ditulis dalam Fikrah

Ditandai dengan ,

Hello world!

with one comment

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Written by Willy Mardian

Januari 16, 2008 at 1:11 pm

Ditulis dalam Uncategorized